Taman Dibongkar untuk PKL, Dua Sekolah Terganggu

Sabtu, 14 Februari 2015 | 05:55 WIB
Taman sepanjang 75 meter di depan SD Negeri 4 dan 6 Kutoharjo dibongkar pada Jumat (13/2/2015) pagi. (Foto: Pujiano)

Pembongkaran taman sepanjang 75 meter di depan SD Negeri 4 dan 6 Kutoharjo pada Jumat (13/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Taman sepanjang 75 meter di depan SD Negeri 4 dan 6 Kutoharjo dibongkar pada Jumat (13/2/2015) pagi.

Satu unit alat berat jenis dozer yang tiba-tiba datang dan melakukan pembongkaran, mengagetkan para guru di dua sekolah itu.

Taman yang baru dibangun dengan dana Rp75 juta pada 2012 ini dibongkar, untuk menampung para pedagang kaki lima yang direlokasi dari sisi utara dan barat alun-alun.

Slamet Basuki, salah seorang guru di SD Negeri 6 Kutoharjo mengaku tidak mengetahui rencana pembongkaran taman itu sebelumnya.

Dia pun kaget ketika tiba-tiba dozer menggaruk taman. Menurutnya kurang etis, jika depan sekolah dipakai untuk areal berdagang pada pagi hingga siang hari.

“Alasannya mengganggu pemandangan. Jika dipakai untuk tempat berjualan, mestinya hanya pada malam hari dan harus bersih sebelum pagi,” katanya.

Kepala SD Negeri 4 Kutoharjo Suyanto sebenarnya berharap, taman di depan sekolahnya itu dipertahankan, bahkan ditata secara lebih baik.

Namun dia tak bisa berbuat banyak, karena Pemerintah sudah memutuskan untuk membongkarnya guna menampung pedagang kaki lima.

Dia mengaku sudah diberitahu tentang pembongkaran taman untuk area berdagang.

Pihaknya bersama sekolah lain pun berharap, agar para pedagang tidak berjualan pada siang hari dan menjamin kebersihan lokasi setelah berjualan pada sore hingga malam hari.

Sekolah sudah mendapat jaminan bahwa area bekas taman yang dibongkar, tidak akan dibangun selter untuk PKL.

“Katanya, Pemerintah hanya membuat tenda semi permanen untuk para pedagang kaki lima di lokasi tersebut,” tandasnya.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Rembang Hendro Riyadi mengatakan, pembongkaran dan penataan kembali taman itu akan selesai hari Minggu (15/2/2015) nanti.

Namun penataannya, hanya sekadar rata dulu, alias belum akan dikeraskan dengan lantai keramik atau plester.

Dia membenarkan, lokasi bekas taman ini akan diperuntukkan bagi PKL yang direlokasi dari sisi barat dan utara. Dia pun mengakui, tidak semua pedagang tertampung di bekas taman.

“Sebab jumlah PKL sisi barat dan utara mencapai 24 orang, sedangkan di bekas taman hanya mampu menampung 8 pedagang,” tegasnya.

Sisanya, akan ditampung di selter baru, yang akan dibangun di sisi barat utara masjid, di sisi selatan utara SD Negeri 4 Kutoharjo, dan di bagian timur sisi selatan alun-alun.

Di tiga titik selter baru itu, semua pedagang akan bisa tertampung, sehingga sisi barat dan utara alun-alun tetap bersih dari PKL.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan