Tak Puas Pembagian Kapitasi, Lima Pegawai Puskesmas Sumber Mogok Kerja

Jumat, 28 November 2014 | 15:47 WIB
Suasana pelayanan di Puskesmas Sumber lengang pada Jumat (28112014). (Foto Pujianto)

Suasana pelayanan di Puskesmas Sumber lengang pada Jumat (28112014). (Foto Pujianto)

 
SUMBER, mataairradio.com – Diduga tak puas dengan pembagian insentif kapitasi jasa layanan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lima dari 12 orang pegawai administrasi di Puskesmas Sumber, mogok kerja dalam dua hari ini.

Lima orang pegawai administrasi itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Diduga mereka meminta agar besarnya insentif kapitasi sekitar Rp900.000 yang diterima per bulan per orang selama ini, ditambah.

“Kemarin (27/11/2014) ada tujuh pegawai administrasi yang tidak masuk. Hari ini (28/11/2014), dari tujuh yang kemarin tidak masuk, ada dua yang hadir. Kami ada 12 pegawai administrasi,” ungkap Supriyadi, Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Sumber, yang ditemui mataairradio.com, Jumat (28/11/2014).

Pihaknya akan memanggil kelima pegawai itu untuk dilakukan pembinaan sesuai aturan kepegawaian, termasuk diberikan teguran secara lisan. Supriyadi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang terkait persoalan di Puskesmas Sumber tersebut.

“Langkah kami, kita panggil dulu kelimanya. Hari ini surat panggilan, kami buat dan akan langsung disampaikan. Kita lakukan pembinaan kepegawaian. Ini nanti akan diberikan teguran lisan,” tandasnya.

Ketua Tim Insentif Kapitasi di Puskesmas Sumber Dokter Esti Nursofiati mengatakan, memang dari insentif kapitasi jasa layanan kesehatan yang diterima oleh pegawai administrasi itu, masih ada pengurangan.

“Kalau yang pegawai administrasi ada pengurangan tujuh persen, yang perawat dan bidan ada pengurangan sembilan persen, sedangkan untuk dokter lebih dari itu. Pengurangan ini untuk memberi insentif bagi tenaga magang dan yang wiyata di Puskesmas. Pengurangan ini sudah disepakati di rapat,” katanya.

Esti menyebutkan, kapitasi dari BPJS Kesehatan selaku operator JKN untuk puskesmasnya mencapai Rp79 juta per bulan. Sebesar 60 persennya digunakan untuk membayar jasa layanan kesehatan, 25 persen untuk operasional, dan 15 persennya untuk obat.

“60 persen itu pembagiannya sudah diatur sesuai ketentuan di Peraturan Menteri Kesehatan (Nomor 19 Tahun 2014). Sudah ditentukan skornya. Kalau tenaga administrasi skornya 15, dokter skornya 150, sedangkan perawat dan bidan skornya 40,” terangnya.

Pihaknya tidak bisa mengubah proporsi tersebut secara seenaknya, karena akan menjadi temuan ketika ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Dan untuk diketahui, dana kapitasi JKN mulai diterima Puskesmas Sumber pada bulan Mei 2014.

Sementara itu, meski lima orang pegawai mogok kerja, dari pantauan mataairradio.com di lokasi, aktivitas pelayanan di Puskesmas Sumber, nyaris tidak terganggu. Tenaga perawat dan bidan masih bisa mengkaver pekerjaan pegawai administrasi yang tidak masuk bekerja.

Hariyanto, salah seorang pegawai administrasi di Puskesmas Sumber yang masuk kerja pagi itu meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan. Dia menyebut apa yang diiginkan oleh rekan-rekan sejawatnya itu, sebatas usulan yang wajar.

“Jangan disebut mogok kerja. Bisa jadi mereka ini tidak masuk kerja karena alasan lain. Ini hanya persoalan kecil, jadi jangan dibesar-besarkan. Itu saja,” pintanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




2 comments
  1. Aku perawat

    Maret 31, 2015 at 9:47 pm

    Pembagian kapitasi memang tidak ada rs keadilan

    Reply
  2. Aku perawat

    Maret 31, 2015 at 9:50 pm

    Mohon ditinjau ulang permenkes yg hanya menguntungkan dokter

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan