Tak Percaya Kades, Warga Datangi Perusahaan Soal Kontribusi

Selasa, 24 November 2015 | 16:00 WIB
Warga usai mendatangi kantor PT SIR di wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Selasa (24/11/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Warga usai mendatangi kantor PT SIR di wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Selasa (24/11/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Puluhan orang warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Selasa (24/11/2015) pagi, mendatangi sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah desa tersebut.

Warga ingin mengonfirmasi langsung penjelasan dari kepala desa mereka soal dana kontribusi.

Soleh, salah seorang warga, mengaku hanya ingin tahu berapa nilai dana kontribusi yang diberikan perusahaan sebagai kompensasi kepada pihak desa.

“Pertanyaan itu kami ajukan karena warga hanya tahu adanya perbaikan balai desa dan kakus warga, yang disebut dibiayai dari dana kontribusi,” katanya.

Warga pun tidak jelas soal kepada siapa dana kontribusi itu selama ini diserahkan.

Mereka mempertanyakan pula total nilai kompensasi yang sudah diberikan sejumlah perusahaan di Sendangmulyo kepada pihak desa, sejak 2014.

“Dana kontribusi ini kami perkirakan mengalir sejak 2014. Itu berapa nilainya dan diberikan kepada siapa,” tegasnya.

Kepala Desa Sendangmulyo Asrori mengaku sudah berusaha menjelaskan dana kontribusi yang diterima pihak desa dari perusahaan yang operasi di wilayahnya.

“Kalau kemudian warga tidak percaya dan memilih mendatangi langsung perusahaan, ya silakan,” katanya.

Saat warga mendatangi satu per satu perusahaan seperti PT SIR, PT Holi Mina Jaya, dan PT Bangun Arta, Asrori mengaku tak sedang berada di desa karena mengikuti rapat di kantor BPBD Rembang untuk koordinasi penanggulangan bencana.

“Saya juga tidak dimintai izin soal aksi warga itu,” tandasnya.

Asrori mengakui mengarahkan penggunaan dana kontribusi guna membiayai program bebas buang air besar sembarangan di desanya.

Sementara soal perbaikan balai desa, menurutnya, sempat memakai dana kontribusi, tapi karena kurang, maka ditambahi dana hasil lelang tambak desa.

“Kami menduga ada unsur lain di balik aksi warga itu. Saya tidak perlu menjelaskan unsur lain itu,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Humas PT SIR Iswahyudi membenarkan adanya kontribusi kepada Pemerintah Desa Sendangmulyo atas pemanfaatan lahan milik perusahaannya.

“Namun kontribusi itu berasal dari warga Desa Sendangmulyo, yang memanfaatkan lahan PT SIR,” katanya.

Lahan perusahaan yang berbukit itu, kini dikeruk warga agar permukaan tanahnya rata, guna dipakai untuk tapak pabrik pengolahan nikel atau smelter.

Iswahyudi mengaku tidak tahu secara persis besarnya kontribusi yang sudah masuk ke desa atas pemanfaatan lahannya oleh warga.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan