Tak Disediai Akses Darurat, Pembangunan Jembatan Dikeluhkan

Senin, 13 November 2017 | 18:06 WIB

Kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Sulang dengan Kecamatan Bulu, yang sedang dibangun, Senin, (13/11/2017) pagi. (Foto : mataairradio.com)

 

SULANG, mataairradio.com – Sejumlah warga mengeluhkan proses pembangunan jembatan di Desa Sulang Kecamatan Sulang yang dinilai menghambat aktivitas warga sekitar karena pihak rekanan proyek pembangunan jembatan tersebut tidak menyediakan jembatan darurat.

Salah seorang warga Sulang, Ngatmin berharap kepada pihak terkait supaya membuatkan jembatan darurat. Pasalnya sejak adanya pembongkaran jembatan, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama anak-anak yang mau berangkat sekolah dan mengaji.

Selain itu, proses pembangunan jembatan juga dinilai menganggu akses perekonomian warga.

“Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan. Tapi kok gak ada jembatan daruratnya. Untuk jalur alternatif terdekat, jalannya licin, yaitu lewat Dukuh Winong Kemadu dan Dukuh Banyurowo Sulang. Warga yang mengakses jalur alternatif banyak yang jatuh karena licin,” tandasnya, Senin (13/11/2017).

Ia menambahkan, selain melalui jalur di Dukuh Winong dan Dukuh Banyurowo ada jalur alternatif lain yang kondisinya lebih layak dilalui yaitu Jalan Desa Jatimudo Sulang, namun jarak tempuhnya lumayan jauh atau sekitar tiga kilometer.

Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin mengatakan jembatan darurat mutlak diperlukan demi kemudahan akses warga mengingat jembatan ini menjadi akses utama untuk menggerakkan semua sektor kehidupan masyarakat.

“Sangat disayangkan. Pembangunan yang seharusnya tetap mempertimbangkan kemudahan warga tapi ini malah sebaliknya. Saya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, yakni Forkopimcam, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan Rembang,” tuturnya.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang Gendro Wiyono mengatakan, pihak rekanan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian atas pengalihan jalur. Ia membenarkan, bahwa pihak rekanan tidak menyediakan jembatan darurat.

“Itu sudah tidak ada masalah. Polisi sudah saling berkoordinasi dengan pihak rekanan terkait pembangunan jembatan sehingga perlu mengalihkan jalur aksesnya. Camat (Sulang) juga sudah tahu sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai dengan petunjuk di papan informasi proyek, pembangunan Jembatan sulang-Gunem dianggarkan dana sebesar Rp389.468.000 dari dana APBD Kabupaten Rembang tahun 2017 yang dikerjakan oleh CV Cakra Bangun Persada.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan