Tahun Ini Populasi Sapi Rembang Ditarget Naik 2.612 Ekor

Tuesday, 17 January 2017 | 15:31 WIB

Aktivitas Pasar Hewan di Kecamatan Kragan, baru-baru ini. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Populasi sapi di Kabupaten Rembang pada tahun ini ditarget naik sebesar dua persen dari tahun 2016. Populasi sapi tahun lalu 130.610 ekor, sehingga tahun ini pertambahan populasi ditarget mencapai 2.612 ekor.

Target tersebut berada di atas angka pencapaian kenaikan populasi sapi dari tahun 2015 ke 2016. Tahun 2015, populasi sapi di Rembang hanya 128.122 ekor, sehingga mengalami kenaikan 1,94 persen pada tahun 2016 lalu.

Menurut Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto, target populasi sapi di tahun 2017 ini terbilang realistis antara lain karena harga sapi kini relatif stabil bahkan cenderung naik.

Saat ini, katanya, harga sapi per kilogram timbangan atau berat hidup berkisar pada Rp43.000.

“Selain itu, juga karena pemenuhan pakan sapi jauh lebih baik karena ada upaya terencana berupa penanaman hijauan di masyarakat, sehingga kesulitan pakan di musim kemarau relatif terkurangi. Layanan kawin suntik pun sudah mapan di masyarakat,” terangnya.

Kepada mataairradio.com, Selasa (17/1/2017) siang, Agus Iwan mengatakan bahwa pemenuhan target akan dibagi rata tiap kecamatan karena populasi sapi relatif sama dengan layanan penunjang yang juga sudah cukup menjangkau atau merata.

“Kebijakan pewilayahan kami terapkan terkait keberadaan plasma nutfah sapi PO di tengah tekanan permintaan tinggi masyarakat pada kawin suntik sapi limousin dan simmental. Kami siapkan Kecamatan Kragan sebagai wilayah sumber bibit sapi PO,” jelasnya.

Khusus untuk penyiapan Kecamatan Kragan sebagai wilayah sumber bibit sapi PO, saat ini sudah ada pendampingan oleh tim dari Pusat untuk melakukan uji performance dan penerbitan surat keterangan layak bibit atau SKLB.

“Untuk mencapai target populasi sapi kami akan lakukan penanganan gangguan reproduksi pada sapi-sapi indukan. Peningkatan pemanfaatan lahan marjinal dan limbah pertanian guna sumber pakan. Meningkatkan pelayanan IB dan mengurangi pemotongan betina produktif,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan