Tahun Ini, Hasil Panen Bengkoang Memuaskan

Sabtu, 31 Maret 2018 | 17:51 WIB

Dua orang petani mencuci bengkoang di Kali Japerejo sebelum dijual kepada pengepul, Sabtu (31/3/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Petani bengkoang di Kecamatan Pamotan menyatakan puas dengan hasil panen tahun 2018. Pasalnya, komoditas yang mereka tanam tergolong berhasil baik dari sisi produktivitas maupun kualitas.

Menurut Kasidin, petani sekaligus pengepul bengkoang berasal dari Desa Sendangagung Kecamatan Pamotan, hasil panen pada tahun ini lebih baik daripada tahun lalu karena tingkat curah hujan saat masa pertumbuhan tak berlebihan.

“Jika curah hujan terlalu banyak, buah kecil, kulit kasar, dan rasanya kurang manis. Sementara kalau (tahun) ini kan halus-halus buahnya,” katanya.

Ia menyebutkan, secara produktivitas, dari seperempat hektare lahan saja, diperoleh 4,5 ton bengkoang atau 35 pikul atau 525 ikat.

“Saat sekarang, harga seikat bengkoang Rp25.000. Harga ini standar,” terangnya.

Namun ia menyayangkan, tidak banyak petani menanam bengkoang di tahun ini, sehingga hanya 1,5 bulan, panen akan berakhir.

“Panen bengkoang sudah berlangsung selama 20 hari. Diperkirakan, panen berakhir pada April nanti,” katanya pada Sabtu (31/3/2018).

Panen bengkoang di wilayah Pamotan, menurut Kasidin, biasanya berlangsung hingga hampir tiga bulan.

Para petani maupun pengepul bengkoang biasa menjual komoditas mereka ke daerah Sarang dan Blora.

Namun petani tidak langsung menjual bengkoang, tetapi mencucinya dulu di sepanjang kali di wilayah Desa Japerejo, Pamotan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan