Tahun Baru, Kulit Alun-Alun Rembang Terkelupas

Rabu, 1 Januari 2014 | 21:30 WIB
Serakan batu di sisi timur Alun-Alun Kota Rembang, Rabu (1 1) pagi.

Serakan batu di sisi timur Alun-Alun Kota Rembang, Rabu (1 1) pagi.

REMBANG, MataAirRadio.net – Alun-Alun Kota Rembang masih dijadikan pangkalan perayaan momen pergantian tahun dari 2013 ke 2014, Selasa (31/12) malam, meski tanpa pergelaran musik. Namun, permukaan alun-alun hasil penataan yang belum lama selesai, terkelupas.

Berdasarkan pantauan MataAir Radio pada Selasa (1/1) pagi, selain permukaan alun-alun atau plester yang terkelupas di sejumlah bagian, ada batu-batu berserakan di atasnya. Batu dan bata yang berserakan itu, diduga bawaan pedagang, namun belum sempat dibersihkan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Endro Riyadi mengatakan, alun-alun memang belum boleh dipakai untuk ajang pergelaran musik. Selama masa penataan, alun-alun steril dari panggung hiburan. Alun-alun kembali bisa dimanfaatkan untuk panggung pergelaran mulai 2015.

Mengenai permukaan alun-alun yang terkelupas di sejumlah titik, pihaknya akan terlebih dahulu mengeceknya. Jika memang terjadi demikian, Endro mengaku akan langsung meminta kepada rekanan untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, saat ini, alun-alun masih dalam masa perawatan oleh pihak rekanan.

Selain serakan batu dan terkelupasnya kulit alun-alun, sekeliling wajah kota ini juga dihiasi sampah sisa aktivitas pedagang kali lima. Terkait hal ini, Endro menyatakan, mestinya alun-alun kembali bersih.

Namun diduga karena perayaan tahun baru diwarnai guyuran hujan hampir semalaman, baik petugas kebersihan maupun pedagang kali lima yang biasanya membantu, belum melakukan pembersihan. Endro menjamin, Kamis (2/1) pagi, alun-alun kembali bersih dari serakan batu dan sampah.

Sementara itu, 48 pohon dari enam jenis tanaman langka yang ditanam di sekeliling Alun-Alun Kota Rembang, selamat dari dampak perayaan tahun baru. Dari pantauan, nyaris tidak ada tanaman yang rusak. Tanaman yang sempat diketahui kering, mulai tampak bersemi.

Seperti diketahui, enam jenis tanaman langka yang dilestarikan di Alun-Alun Kota Rembang adalah pule, kunto bimo, bintaro, sepatu dia, ketapang kencono, dan beringin. Tahap pertama penataan alun-alun menelan anggaran Rp1,5 miliar. Penataan berlanjut pada sekitar Juni tahun depan dengan anggaran empat miliar rupiah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan