Tabrak Truk Parkir di Jalur Clangapan, Pemotor Tewas

Minggu, 14 Desember 2014 | 18:53 WIB

 

Ilustrasi pertigaan Celangapan. (Foto:Rif)

Ilustrasi pertigaan Celangapan. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang pesepeda motor tewas setelah menghantam dari belakang truk parkir di ruas Jalan Clangapan-Pamotan, masuk wilayah Desa Tireman Kecamatan Rembang, Sabtu (13/12/2014) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban adalah Muhammad Arwani warga Mlagen Kecamatan Pamotan. Pemuda 19 tahun ini, diketahui berkendara sendirian dari arah Pamotan menuju Rembang.

“Kita duga, korban tak mengetahui truk parkir di sisi selatan jalan karena kondisi gelap,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail.

Apalagi, kendaraan korban meluncur kencang, sehingga tak sempat menghindar dan menghantam truk. Ironisnya, pengemudi truk yang menyadari seorang pengendara telah menabrak kendaarannya, tidak segera menolong, tetapi malah bergegas kabur ke arah barat.

Menurut Ismail, korban mengalami cedera berat di kepala akibat kecelakaan tersebut. Pihaknya sempat melarikan korban ke rumah sakit, namun nyawa Arwani tak tertolong.

“Kami kesulitan memburu identitas truk parkir yang kemudian kabur itu, lantaran minim saksi di lokasi kejadian,” tandasnya.

Sejauh ini, polisi hanya mengamankan sepeda motor jenis Vega bernomor polisi K 6885 ZD milik korban sebagai barang bukti. Pihaknya masih sebatas mendalami kasus kecelakaan ini.

Fatur, seorang warga yang tinggal di tepi ruas Jalan Clangapan-Pamotan berharap agar Pemerintah tidak menunggu banyak korban untuk memasang lampu penerangan jalan di kawasan itu.

“Patroli polisi untuk memastikan tidak adanya truk parkir memang diperlukan, tetapi pemasangan lampu penerangan jalan mestinya diutamakan,” katanya.

Sementara itu, jenazah Arwani telah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat pada Minggu (14/12/2014) pagi. Yang bersangkutan ternyata salah satu karyawan toko retail berjejaring Indomart yang ada di bilangan Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan