Tabrak Lari di Pasarbanggi, Satu Tewas

Senin, 8 Juni 2015 | 18:45 WIB
Pikap pengangkut ikan yang terbalik setelah mengalami pecah ban belakang di Jalur Pantura Punjulharjo Kecamatan Rembang, Senin (8/6/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pikap pengangkut ikan yang terbalik setelah mengalami pecah ban belakang di Jalur Pantura Punjulharjo Kecamatan Rembang, Senin (8/6/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Seorang perempuan berusia 45 tahun diketahui tewas diduga korban tabrak lari di Jalur Pantura wilayah Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Senin (8/6/2015) pagi sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban bernama Siti Fatimah, warga RT 3 RW 3 Desa Tritunggal Kecamatan Rembang.

Dari hasil olah tempat kejadian yang dilakukan oleh polisi, korban diduga hendak menyeberang dari selatan ke utara, sedangkan kendaraan penabraknya ditengarai melaju dari arah timur ke barat.

Dugaan itu didasarkan pada lokasi tergeletaknya korban di sisi selatan jalan. Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengaku berusaha mengumpulkan keterangan lebih lengkap lagi dari lokasi.

“Tetapi jika merujuk kondisi korban yang luka parah, penabraknya diduga truk besar atau bus,” katanya.

Selain tabrak lari itu, pagi harinya sekitar pukul 08.40 WIB, sebuah pikap pengangkut ikan dari Demak, juga celaka di Pantura Punjulharjo.

Armada penuh muatan itu terbalik, setelah hilang keseimbangan akibat ban belakang kirinya pecah. Jalanan setempat pun menjadi diceceri ikan.

Menurut Kanitlaka, ada sejumlah penyebab yang membuat Jalur Pantura mulai dari Pasarbanggi hingga Punjulharjo, rawan kecelakaan, akhir-akhir ini.

“Salah satunya adalah kondisi jalanan yang gelap alias kurang penerangan.

Selain itu, jalanan setempat juga masih terdapat banyak lubang dan bergelombang. Memang pengurukan dan penambalan jalan mulai dilakukan, tetapi itu belum selesai.

“Terlebih kerawanan ini juga ditambah oleh ceceran material kricak, yang bisa menggelincirkan pengendara,” tegasnya.

Susilo, salah seorang pesepeda motor asal Kragan berharap kepada Pemerintah agar menambah lampu penerangan dan rambu jalan, terutama di wilayah Pasarbanggi sampai Punjulharjo.

“Harapan ini juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan