Tabrak Bokong Truk di Setopan Pentungan, Fauzi Tewas

Kamis, 30 Oktober 2014 | 18:00 WIB

Ilustrasi. (Foto:traffic-accident.biz)

Ilustrasi. (Foto:traffic-accident.biz)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang pesepeda motor tewas setelah menabrak bokong truk pengangkut pakaian dalam di setopan kawasan Pentungan pada Rabu (29/10/2014) sekitar pukul 20.00 WIB.

Truk bernomor polisi AE 8957 N yang dikemudikan Suparlan (45), warga Bulak Banteng Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, ini awalnya melaju dari arah Semarang menuju Surabaya.

Sesampainya di setopan atau lampu merah kawasan Pentungan, Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang, truk berhenti karena lampu setopan menyala merah. Sesaat kemudian, terdengar suara benturan cukup keras di bagian belakang.

Kenek truk pun turun dan mengecek, sehingga diketahui ada seorang pesepeda motor yang menabrak. Korban yang mengalami cedera berat di kepala ini diketahui sebagai Ahmad Fauzi (30), warga RT 4 RW 2 Desa Kasreman Kecamatan Rembang.

Warga yang di kartu tanda penduduknya tercatat sebagai nelayan ini mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vega bernomor polisi K 3608 JM. Informasi yang dihimpun, korban hendak pulang dari sebuah rumah makan dan kafe-karaoke di bilangan Jalan Gajahmada, Kelurahan Pacar, Kecamatan Rembang.

“Korban menubruk dari belakang ketika truk berhenti di lampu merah Pentungan. Korban luka berat di bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, Kamis (30/10/2014) pagi.

Atas kasus kecelakaan ini, petugas kepolisian meminta agar setiap pengendara selalu dalam kewaspadaan ketika melintas di jalan raya. Ismail meminta agar tidak melajukan kendaraan secara terlalu kencang, ketika mendekati setopan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan