Syukuri Panen, Petani Criwik Gelar “Kenduren Duren”

Jumat, 2 Februari 2018 | 19:51 WIB

Pamflet Kenduren Duren.

 

PANCUR, mataairradio.com – Seratusan petani durian di Desa Criwik Kecamatan Pancur akan terlibat dalam sebuah acara “Kenduren Duren” pada Sabtu 10 Februari nanti.

Acara digelar di hutan kawasan ekowisata desa setempat.

Ahmad Rif’an, Ketua penyelenggara acara ini menjelaskan, “Kenduren Duren” sempat direncanakan digelar beberapa tahun lalu.

“Namun pada 2016 dan 2017, Allah berkehendak lain. Petani durian di Desa Criwik gagal panen,” katanya.

Menurutnya, pada 2016, petani gagal panen akibat kemarau panjang sehingga pohon durian kering.

“Sementara pada 2017; kegagalan terjadi akibat kemarau basah yang merontokkan bunga durian,” katanya.

Ia mengatakan, “kenduren duren” ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah bisa panen.

Rif’an yang merupakan pentolan Komunitas Rembang bergerak juga menjelaskan, “Kenduren Duren” digelar dengan melibatkan petani, pedagang, dan komunitas.

“Selain itu juga ulama di wilayah setempat untuk doa bersama,” katanya.

Kenduren duren digelar dengan menyediakan ratusan buah durian untuk dimakan sepuasnya. Namun panitia menerapkan tiket.

“Makan durian sepuasnya ini tetap kita batasi. Ada tiket. Kita sediakan 100 tiket. Rp50.000 per tiket. Untuk yang pakai tiket ini, kita sediakan 400 buah,” katanya.

Bila ternyata kehabisan, ia menyebutkan, pengunjung tetap bisa menikmati durian di acara ini.

“Total kita sediakan 1.000 durian,” katanya.

Ia menyebutkan, acara ini juga melibatkan yatim-piatu.

“100 buah durian disiapkan secara gratis untuk yatim-piatu,” katanya.

Penyelenggara juga bekerjasama dengan para penyuluh kehutanan dan penyuluh swadaya masyarakat.

“Kita libatkan juga penyuluh dari Ipkindo, baik yang PNS maupun FKDM,” katanya.

Rif’an menambahkan, durian yang disajikan pada Kenduren Duren, didominasi dari Desa Criwik.

“Ada juga varietas durian sejenis dari daerah Kalilo dan Bonduwur Sendangcoyo,” katanya.

Ke depan, menurutnya, komiditas durian lokal berasal dari Banyurip, Trenggulunan, dan Ngroto Kecamatan Pancur serta dari Bitingan Kecamatan Sale akan dirangkul untuk terlibat.

“Acara nanti juga diwarnai lomba durian. Kita kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan