Syawalan di Rembang Lesu, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Selasa, 12 Juli 2016 | 22:53 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai membuka Syawalan di kompleks Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Selasa (12/7/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai membuka Syawalan di kompleks Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Selasa (12/7/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perhelatan tradisi Syawalan pada tahun ini di Kabupaten Rembang terbilang lesu antara lain tampak dari antusiasme pedagang yang kurang.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang Suyono ketika pembukaan tradisi Syawalan di halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini, Selasa (12/7/2016) pagi, terdapat separuh lebih kapling lapak pedagang tidak terjual.

“Kapling ada di halaman Balai Kartini dan sebagian ruas Jalan Diponegoro. Totalnya 184 kapling, terjual 75 kapling. Separuh kurang (dari jumlah 184 kapling) tidak terjual,” paparnya saat memberikan sambutan.

Suyono yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Kabupaten Rembang menjelaskan, lapak tidak terjual karena sebagian calon pedagang menilai lokasi kapling lapak syawalan, kurang menarik.

“Kurang menarik karena kendaraan pengunjung sulit parkir di tepi Jalur Pantura lantaran pada saat Syawalan resmi dibuka juga bertepatan dengan kembali beroperasinya truk besar angkutan barang selepas H+5 Lebaran,” terangnya.

Ia menyebutkan pedagang yang tertampung pada perhelatan Syawalan tahun ini antara lain gerabah, suvenir, oleh-oleh, sepatu, sandal, dan aneka dagangan jenis lainnya, yang sebagian penjualnya berasal dari Kabupaten Rembang dan mancadaerah.

“Terkait dengan perhelatan Syawalan yang berhubungan dengan tradisi lomban atau pesiar laut, sudah diadakan imbauan kepada penyelenggara dan masyarakat agar tidak melakukannya, karena ombak pasang sejak pagi buta hingga sore hari,” bebernya.

Meskipun sudah secara tegas melarang pesiar laut lantaran ombak tinggi, Suyono menyatakan tetap menyiagakan regu penolong gabungan dari TNI angkatan laut, Satpolair, Dishubkominfo, dan PMI, guna antisipasi bencana atau kecelakaan di perairan.

“Pengecekan sarana wisata sudah kita lakukan, misalnya wahana atraksi di dalam areal Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. Pengelola objek wisata yang menjadi jujukan tradisi Syawalan menyatakan keamanan ajang permainan bagi pengunjung,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan