Puluhan Lembar Surat Suara Pemilu di Rembang Rusak

Rabu, 5 Maret 2014 | 17:58 WIB
Surat suara caleg DPRD Kabupaten untuk Pemilu 2014 di Kabupaten Rembang ditemukan ada yang rusak saat pihak KPU Kabupaten Rembang melakukan sortir dan pelipatan mulai Rabu (5/3) pagi. (Pujianto)

Surat suara caleg DPRD Kabupaten untuk Pemilu 2014 di Kabupaten Rembang ditemukan ada yang rusak saat pihak KPU Kabupaten Rembang melakukan sortir dan pelipatan mulai Rabu (5/3) pagi. (Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Setidaknya 82 lembar surat suara caleg DPRD Kabupaten untuk Pemilu 2014 di Kabupaten Rembang, ditemukan robek atau terdapat bercak tinta percetakan di kolom caleg atau partai politik. Surat suara rusak itu ditemukan saat pihak KPU Kabupaten Rembang melakukan sortir dan pelipatan mulai Rabu (5/3) pagi.

Dari pantauan MataAir Radio di lapangan, tujuh lembar surat suara diketahui robek, sedangkan 75 lembar lainnya, terdapat bercak tinta percetakan. Sortir dan pelipatan surat suara dilakukan di dua gudang berbeda, masing-masing di bilangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pemuda Rembang. Total, ada 108 tenaga sortir dan pelipat yang dikerahkan.

Kepala Sub-Bagian Program Sekretariat KPU Kabupaten Rembang Wahyu Adi Susanto mengaku mengetatkan pengawasan terhadap proses pelipatan. Dia yang mengawasi sortir dan pelipatan surat suara di gudang bilangan Jalan Ahmad Yani, juga melarang pekerja merokok.

Ada 55 pekerja yang dikerahkan di gudang setempat. Setiap pekerja diberi upah Rp100 per lembar bersih. Mereka pun masih mendapat makan dan minum. Pelipatan ditarget rampung dalam 15 hari. Apabila dikira tidak cukup, jumlah personel akan ditambah.

Sementara itu, Kepala Sub-Bagian Umum Sekretariat KPU Kabupaten Rembang Bagus Gede Prabowo mengawasi sortir dan pelipatan surat suara di gudang bilangan Jalan Pemuda, depan kantor Dinas Pendidikan setempat. Menurutnya, ada 75 lembar surat suara yang ditemukan terdapat bercak tinta percetakan.

Bagus mengaku belum bisa memastikan apakah surat suara yang terdapat bercak tinta percetakan dikategorikan rusak. Menurutnya, keputusan mengenai hal tersebut berada di tangan komisioner KPU. Dia juga mengatakan, jika dilihat dari jarak 40 centimeter, bercak tinta percetakan seperti tercoblos.

Di gudang yang diawasinya, ada 53 orang tenaga pelipat. Sebagaimana di gudang yang lain, setiap pekerja dilarang merokok saat melakukan pelipatan. Pihaknya juga menekankan kepada pekerja agar tidak buru-buru melipat. Perlu dipastikan dan dilihat dulu permukaan surat suaranya. Setelah yakin tidak ada yang janggal seperti robek dan bercak tinta, bisa langsung dilipat.

Imam Semedi, salah satu tenaga pelipat asal Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang mengaku senang bisa terlibat dalam sortir dan pelipatan surat suara. Dia yang seorang pensiunan ini bisa mendapat tambahan penghasilan. Imam pun mengaku sudah mendapat penegasan dari pengawas, agar bekerja secara rapi.

Soal surat suara yang rusak akibat robek, dia menemukan dua lembar. Begitu menemukan, Imam langsung melaporkannya kepada pengawas. Dia juga menyatakan upah yang diberikan untuk jasa melipat surat suara sebesar Rp100 per lembar, bersih. Hingga menjelang jam enam petang, sudah sekitar 130.000 lembar surat suara yang terlipat.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang berharap kepada KPU agar menyingkirkan saja surat suara yang terdapat bercak tinta percetakan. Penyikapan sejak dini diperlukan, agar tidak memunculkan kisruh di tempat pemungutan suara nantinya. (Pujianto)

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan