Surat Suara Basah, Pilkada Dua TPS Kaliori Tersendat

Rabu, 9 Desember 2015 | 12:00 WIB
Anggota KPPS di TPS 2 Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menjemur surat suara yang basah di halaman TPS, Rabu (9/12/2015) pagi. Pilkada di TPS itu sempat tersendat beberapa saat. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Anggota KPPS di TPS 2 Desa Purworejo Kecamatan Kaliori menjemur surat suara yang basah di halaman TPS, Rabu (9/12/2015) pagi. Pilkada di TPS itu sempat tersendat beberapa saat. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KALIORI, mataairradio.com – Gara-gara surat suara basah akibat kehujanan, pelaksanaan pilkada di dua TPS di wilayah Kecamatan Kaliori, tersendat, Rabu (9/12/2015) pagi.

Dua TPS itu adalah TPS 2 Desa Purworejo dan salah satu TPS di Desa Pengkol.

Anggota Panwascam Kaliori Sanyoto mengungkapkan, surat suara yang basah itu akibat kotak suara kemasukan air.

Menurutnya, kotak suara tak ditempatkan pada ruang yang beratap atau berterpal.

“Kebetulan, Minggu (6/12/2015) kemarin turun hujan, tapi tidak disadari oleh petugas yang berwajib,” katanya.

Sanyoto yang juga merupakan warga Purworejo menyebutkan, jumlah surat suara yang basah dan terpaksa harus dijemur itu sebanyak 528 lembar.

Dari pantauan, untuk mempercepat pengeringan, sejumlah anggota KPPS memilih menyetrika lembaran surat suara.

Sanyoto menyatakan, pihaknya sudah sempat mengingatkan kepada tiap KPPS di wilayahnya untuk mengamankan kotak dan surat suara dari air dan kutu.

“Namun peringatan itu ternyata diabaikan oleh KPPS dengan dalih surat suara sudah dibungkus plastik dan dianggap sudah kedap air,” terangnya.

Sementara itu akibat surat suara yang basah itu, sejumlah pemilih mengaku kecewa. Warno, warga RT 2 RW 2 Desa Purworejo mengaku tersendat bekerja, hanya gara-gara menunggu “nyoblos”.

“Petugas yang berwajib mestinya tidak hanya fokus pada urusan keamanan secara fisik orang per orang, tetapi juga lebih teliti dan mengamankan logistik pilkada,” katanya.

Di tempat terpisah, insiden terkait surat suara juga terjadi di Desa Karasgede Kecamatan Lasem. Di salah satu TPS di desa itu, terjadi kekurangan sekitar 300 lembar surat suara.

Kekurangan itu diketahui setelah kotak suara dibuka. Ternyata jumlah surat suara yang ditaruh di dalam kotak, kurang. Persoalan itu akhirnya bisa ditangani oleh pihak KPU Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan