Sumadi Hadiri Kongres Bali di tengah Bidikan Kejati

Rabu, 8 April 2015 | 17:42 WIB
Ilustrasi (Foto:cdn-2.tstatic.net)

Ilustrasi (Foto:cdn-2.tstatic.net)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekretaris DPC PDIP Rembang Ridwan mengungkapkan bahwa Sumadi menghadiri Kongres IV PDIP di Sanur-Bali, meski berkembang kabar bahwa Ketua DPC PDIP Rembang itu tengah diperiksa oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Sumadi diduga terkait dengan kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek di lingkungan DPU Rembang. Saat mataairradio menghubungi Ridwan dari Rembang, memang terdengar suara mirip Sumadi yang menyatakan sudah berada di Bali.

Namun reporter radio ini tidak berkesempatan berbincang dengan Sumadi secara langsung. Sebagai pimpinan PDIP di Rembang, Sumadi wajib hadir dalam kongres tersebut. Ridwan berharap agar kabar yang mengaitkan Sumadi pada kasus proyek di DPU Rembang, berakhir sebagai dugaan saja.

“Ini Pak Sumadi berangkat ke Bali. Ada di Bali sekarang. Kan Pak Sumadi wajib hadir. Soal (dugaan keterlibatan pada kasus penyimpangan pelaksanaan proyek DPU dan kabar diperiksa oleh Kejati, Rabu 8 April ini) di masyarakat itu, semoga berhenti di dugaan saja lah,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, 100 orang yang terdiri atas pengurus dewan pimpinan cabang, anak cabang, dan fraksi PDIP DPRD Rembang, sudah bertolak ke Bali. Mereka akan mengikuti Kongres IV PDIP di Sanur, Bali, pada 9-12 April nanti.

Rombongan diangkut dengan satu bus dan beberapa mobil pribadi. Ketua dan Sekretaris DPC PDIP Rembang lebih dulu tiba di Bali. Ridwan mengaku datang lebih awal karena acara kongres akan diawali dengan ramah tamah pada Rabu (8/4/2015) malam.

Selain mendatangi “gawe” partai, kedatangannya ke kongres itu adalah untuk menimba kiat sukses kabupaten lain di Pilkada. DPC PDIP Rembang akan belajar banyak tentang cara memenangi pemilihan kepala daerah. Soal calon Ketua Umum PDIP, Rembang kukuh mengusung Megawati Soekarno Putri.

“Kita sekitar 100 orang. Saya dan Pak Sumadi tiba duluan di Bali. Ada acara nanti malam. Yang lain, satu bus dan beberapa mobil, masih dalam perjalanan. Kami akan manfaatkan kongres ini untuk menimba sukses pilkada dari daerah lain,” terangnya.

Seperti diberitakan, Kejaksaan Tinggi Jawa Tegah telah menerbitkan sedikitnya 12 surat perintah penyidikan atau sprindik terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek di lingkup DPU Rembang. Kejati sudah menetapkan belasan tersangka, baik dari unsur pejabat DPU maupun kontraktor.

Namun siapa saja mereka, Kejati belum merilisnya. Sementara selain sebagai Ketua DPC PDIP, Sumadi merupakan seorang kontraktor proyek, rekanan DPU Rembang. Proyek garapan Sumadi menjadi salah satu yang turut diperiksa oleh tim dari Kejati Jawa Tengah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan