Sukses Tekan Laju Penduduk, Sanetan Kampung KB

Selasa, 1 Maret 2016 | 22:33 WIB
Suasana di balik pencanangan Sanetan sebagai Kampung KB di wilayah Kecamatan Sluke, Selasa (1/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Suasana di balik pencanangan Sanetan sebagai Kampung KB di wilayah Kecamatan Sluke, Selasa (1/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SLUKE, mataairradio.com – Desa Sanetan Kecamatan Sluke terpilih menjadi Kampung KB di Kabupaten Rembang. Pasalnya, masyarakat di desa itu dinilai berhasil menjalankan progam Keluarga Berencana (KB).

Jumadi, Kepala Desa Sanetan menyebut masyarakatnya antusias menjalankan program KB. Dengan menjalankan program itu, menurutnya, tingkat kualitas masyarakatnya kini tumbuh menjadi lebih baik.

Jumlah penduduk di desanya, kini sekitar 1680 jiwa. Berkat program KB, ia juga menyebut laju pertumbuhan penduduk di desanya menurun.

“Penurunan tingkat laju penduduk desa kami bisa diketahui dari jumlah sekolah dasar dari dua SD menjadi tinggal satu SD. Jumlah murid dalam satu kelas pun, kini tidak lebih dari 30 anak,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Sri Nuryanti, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Sanetan menambahkan, program KB tidak hanya berkutat pada isu mengurangi laju pertumbuhan penduduk.

“Program KB juga membahas bagaimana merawat dan membimbing anak,” jelasnya.

Selain itu, juga mengupayakan peningkatan kesehatan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan terhadap balita dan lansia, sebanyak tiga kali dalam satu bulan.

“Kerja sama antara warga dan PKK cukup baik, sehingga program-program di desa bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Ia menegaskan, sejak program KB dicanangkan dan disambut antusias warga, masyarakatnya menjadi lebih baik dalam mendidik dan merawat buah hati mereka.

“Bahkan, mayoritas ibu di desa ini kini mulai sadar pentingnya pemberian ASI eksklusif,” tegasnya.

Dwi Wahyuni, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Rembang berharap, pemilihan Sanetan sebagai Kampung KB akan menjadi inspirasi bagi desa lain dalam menjalankan program keluarga berencana.

“Terutama terhadap daerah miskin, kumuh, pesisir, padat penduduk, akses kesehatannya kurang, dan wilayahnya terpencil,” terangnya.

Ia membenarkan bahwa sasaran kampung KB adalah keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, kepala desa, serta RT dan RW.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan