Sukses, Festival Buah Rembang Jadi Agenda Tahunan

Selasa, 23 Februari 2016 | 23:40 WIB
Salah seorang juri menilai buah durian yang dilombakan pada Festival Buah Lokal 2016 Rembang, Selasa (23/2/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Salah seorang juri menilai buah durian yang dilombakan pada Festival Buah Lokal 2016 Rembang, Selasa (23/2/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan buah durian criwik yang dijajakan di bursa buah pada Festival Buah Lokal 2016 Rembang ludes terjual hanya dalam waktu tiga jam sejak pembukaan, Selasa (23/2/2016) pagi.

Menurut catatan pihak panitia pelaksana, lebih dari 1.000 pengunjung dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga dewasa langsung menyerbu bursa buah dan bibit, sejak pukul 08.00 WIB.

300 buah durian yang diturunkan di lantai bursa sudah habis sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Buah Lokal 2016 Rembang Ika Himawan Affandi menyebut, tingkat pengunjung festival melebihi ekspektasinya.

“Kami juga menerima beragam saran, di antaranya agar festival buah digelar tidak hanya sehari dan dilangsungkan pada hari libur,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin mengakui, animo pengunjung melebihi perkiraannya. Ia pun membenarkan, tidak lama setelah festival dibuka, bursa buah durian langsung diserbu pengunjung.

“Kami berencana menjadikan festival buah lokal sebagai agenda tahunan. Namun karena antusiasme masyarakat di Rembang cukup tinggi, festival mendatang tidak hanya buah, tetapi ke arah agro ekspo,” terangnya.

Soal tempat perhelatan pun kemungkinan tidak akan di halaman kantor dinas setempat lagi, tapi akan menggunakan areal yang lebih luas. Waktu untuk penyelenggaraan juga tidak akan hanya sehari, tetapi bisa 2 atau 3 hari.

Di Rembang, komoditas buah durian tidak hanya berasal dari Desa Criwik Kecamatan Pancur, tapi juga ada yang dari Kecamatan Lasem dan Gunem.

Namun komoditas durian dari Rembang belum dinyatakan sebagai varietas unggul oleh Kementerian Pertanian.

“Justru duku woro dan sawo sedan yang telah dinyatakan sebagai varietas unggul oleh Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Menurut Suratmin, dengan ditetapkan sebagai varietas unggul, maka tanaman duku dan sawo yang dikembangkan di Rembang, hanya duku woro dan sawo sedan.

Sementara itu dari hasil penjurian, diperoleh juara pertama durian berasal dari petani Desa Ngroto Kecamatan Pancur, sedangkan kedondong dari petani Desa Sendangcoyo Kecamatan lasem, duku dari petani Desa Johogunung Kecamatan Pancur, dan sawo dari petani Sumbermulyo-Bulu.

“Kalau juara pertama tabulampot dari Tireman Kecamatan Rembang. Juara pertama untuk sawo dan kedondong hadiahnya masing-masing Rp1 juta, sedangkan durian, duku, dan tabulampot; hadiahnya masing-masing Rp2 juta,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan