Kinerja Sukarelawan Demokrasi di Rembang Dievaluasi

Minggu, 2 Maret 2014 | 08:20 WIB
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang melantik 15 orang relawan demokrasi di Aula KPU Rembang. (Foto:Rom)

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang melantik 15 orang relawan demokrasi di Aula KPU Rembang. (Foto:Rom)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mengevaluasi kinerja sejumlah sukarelawan demokrasi yang bertugas mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu 2014. Beberapa dari mereka ditengarai tidak maksimal dalam membantu menyosialisasikan Pemilu kepada pemilih di lima segmen yang ditentukan.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang pada Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Nurul Muasiroh mengatakan, jika dilihat dari etos para sukarelawan, secara umum baik. Hal itu ditunjukkan melalui salah satunya kegiatan yang didukung laporan foto dan tanda tangan peserta sosialisasi.

Dia juga mengaku datang melakukan inspeksi secara mendadak ketika seorang sukarelawan melakukan sosialisasi. Komisioner asal Desa Plawangan Kecamatan Kragan ini tidak menampik ada satu dua sukarelawan yang motivasinya memang kurang. Dalam hal ini, pihaknya langsung melakukan konfirmasi dan klarifikasi, guna perbaikan.

Komisioner kelahiran 33 tahun silam ini menambahkan, sukarelawan demokrasi yang disebar ke hampir di setiap kecamatan, telah diminta berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Tetapi pada kenyataannya, sejumlah anggota PPK kerap saling tindih di lapangan. Tentang hal ini, KPU menganggapnya bukan sebagai persoalan serius.

KPU Rembang merekrut 25 orang sukarelawan demokrasi yang beroperasi di lima segmen pemilih. Mulai pemilih pemula, pemilih di daerah pinggiran, kalangan perempuan, tokoh agama, hingga penyandang cacat atau kaum difabel.

Menurut Nurul, PPK diminta menginformasikan wilayah yang perlu digenjot sosialisasinya melalui bantuan sukarelawan demokrasi. Sekali lagi dia mengaku ada sejumlah sukarelawan yang agak kendor di lapangan. Namun evaluasi juga langsung dilakukan.

Maulana Sofwan, salah satu sukarelawan demokrasi mengaku giat menyosialisasikan pentingnya menggunakan hak suara pada Pemilu mendatang. Hak suara perlu digunakan secara cerdas karena turut menentukan masa depan bangsa, setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Maulana menggarap sosialisasi di kalangan pemilih pemula. Selama ini, dia tidak melulu memanfaatkan acara formal. Sejumlah komunitas yang digarapnya juga disusupi sosialisasi secara sederhana, tetapi mengena. Dia menyatakan siap membantu mewujudkan target partisipasi 75 persen pemilih pada Pemilu, 9 April 2014. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan