Sudah Sepakat Tutup Sementara, Alkuba Masih Beroperasi

Kamis, 15 November 2018 | 19:43 WIB
Beberapa karyawan UD Alkuba yang hendak pulang dari bekerja, pada Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

SALE, mataairradio.com – Pabrik pengolahaan kulit milik UD Alkuba di Kecamatan Sale memaksa masih tetap beroperasi, pada Kamis (15/11/2018) sore.

Padahal berdasarkan pertemuan antara Komisi A, pemilik pabrik serta perwakilan warga pada Rabu (14/11/2018) kemarin di Gedung DPRD Rembang, memutuskan pabrik pengolahan kulit Alkuba dilarang beroperasi untuk sementara waktu.

Larangan itu diberlakukan mulai Rabu (14/11/2018) kemarin. UD Alkuba diperbolehkan beroperasi kembali setelah dianggap mampu menangani bau busuk limbah dari aktivitas perusahannya.

Zamroni salah satu Warga Desa Sale Kecamatan Sale mengungkapkan, hingga Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, Pabrik Alkuba masih memaksa beroperasi. Hal itu terlihat dari beberapa karyawan Alkuba yang keluar masuk pabrik.

“Sudah saya laporkan kepada DLH (Dinas Lingkungan Hidup), supaya segera ditindak. Tapi tidak ada respon,” ungkapnya saat dihubungi mataairradio.com, pada Kamis (15/11/2018).

Sebelumnya, sebagian warga yang tinggal di sekitar pabrik, berunjuk rasa karena mereka merasa terganggu dengan bau busuk limbah dari pabrik milik UD Alkuba yang dibuang secara sembarangan ke sungai.

Warga pun khawatir akan terkena penyakit, apabila pembuangan limbah secara sembarangan ke sungai dibiarkan terus menerus.

Sementara itu, Ali Syofi’i Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Petugas Pengamatan Penyakit tidak ada keluhan sakit secara biologis atau fisik dari masyarakat.

“Namun ada warga penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) menahun, yang apabila bau busuk limbah muncul, pernafasannya terasa berat.

Selain itu, ada juga petani yang merasa gatal-gatal tiapkali sehabis mandi di sungai yang dialiri limbah dari pabrik tersebut,” terangnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan