Sudah Isi Perbekalan, Delapan Kapal Cantrang Melaut

Sabtu, 3 Februari 2018 | 18:29 WIB

Kapal cantrang mulai isi perbekalan seperti es balok, Sabtu (3/8/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Delapan kapal cantrang di Kabupaten Rembang melapor kepada pihak Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung bahwa mereka akan berangkat melaut menangkap ikan.

Kapal-kapal ini sudah mengisi perbekalan seperti es balok. Plt Kepala PPP Tasikagung Japar Lumban Gaol menyatakan tidak bisa mencegah mereka.

“Kami hanya bisa bilang kepada mereka agar berhati-hati, dan melaporkan jumlah awak yang dibawa,” katanya.

Nelayan harus melaut karena butuh makan, sehingga pihaknya dilematis.

“Nelayan hanya membawa dokumen berupa petisi yang pernah diteken oleh Bupati,” katanya.

Selain meminta nelayan hati-hati karena tak membawa surat-surat yang sah, kapal-kapal ini diimbau mewaspadai cuaca buruk.

“Nelayan sudah mengetahui ombak sedang tinggi, tapi nekat,” katanya kepada mataairradio.

Sebenarnya, di tengah belum jelasnya ketentuan mengenai dibolehkannya lagi cantrang beroperasi, PPP meminta kapal-kapal dengan alat tangkap tersebut tidak melaut dulu.

“Tapi tugas kami sebatas pelayanan, jadi tidak bisa menahan,” katanya.

Ketentuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, menurut Japar, menunggu pendataan yang hingga Sabtu (3/2/2018) ini, masih berlangsung di Tegal.

“Namun di Tegal pun, kabarnya masih tarik ulur,” bebernya.

Seperti diberitakan, pada Rabu 17 Januari lalu, Pemerintah mengeluarkan siaran pers.

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan teknis pelaksanaan pengalihan alat tangkap secara serius.

Selama masa pengalihan, nelayan cantrang masih tetap bisa melaut, dengan ketentuan tidak keluar dari Laut Jawa dan Madura.

Mereka juga dilarang menambah kapal dan harus diukur ulang semua. Kapal cantrang harus terdaftar satu per satu.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, dari jumlah yang didata, kapal besar tidak lebih dari seribu kapal. Di Rembang, kapal cantrang 300 kapal lebih.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan