Stok Pupuk Aman, Petani Diminta Tidak Panik

Senin, 13 Januari 2014 | 16:12 WIB
Seorang perempuan petani memupuk tanaman padinya. (Foto Antara)

Seorang perempuan petani memupuk tanaman padinya. (Foto Antara)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Rembang mengklaim stok pupuk untuk petani pada bulan Januari ini aman. Petani diminta tidak panik dan tidak perlu melakukan pembelian secara besar-besaran.

Ketua KP3 Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menyatakan, persediaan pupuk dari Petrokimia Gresik terutama untuk jenis urea bersubsidi, masih cukup. Alokasi pupuk urea pada Januari 2014 mencapai 3.161 ton, namun hingga hari Senin (13/1) ini, baru terealisasi sekitar 2.400 ton.

Mengingat realisasi tanam padi yang sudah akan mencapai 100 persen pada akhir bulan ini, maka stok pupuk urea yang tersedia masih aman. Komisi pengawas juga memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga pupuk pada bulan Januari. Ketersendatan pasokan di tingkat pengecer atau distributor diakibatkan oleh penebusan secara serempak.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menjelaskan, realisasi tanam padi oleh petani hingga menjelang pertengahan bulan ini, baru sekitar 22.000 hektare dari luasan ideal mencapai 29.000 hektare.

Dia tidak memungkiri, pemangkasan jatah urea bersubsidi dari sekitar 20.000 ton per tahun menjadi hanya 16.000 ton, mengundang kekhawatiran. Namun dia memastikan, jika stok tersebut sudah habis misalnya pada bulan Juli atau Agustus, bisa diusulkan penambahan. Lagi pula ketersediaan unsur nitrogen tidak hanya pada urea, tetapi juga phonska.

Senada dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida, Suratmin meminta petani tidak panik menyikapi ketersendatan pasokan pupuk belakangan ini. Menurutnya, petani tetap saja menebus sesuai keperluan. Karena siklus pemupukan itu ada di tahap awal, pertengahan, menjelang pembuahan masa tanam, dia menyarankan menebus per tahapan saja.

Supervisor PT Petrokimia wilayah Karesidenan Pati, Haryanto menambahkan, stok pupuk untuk petani Rembang pada Januari ini cukup dan aman. Dia pun menegaskan, selagi kebutuhan pupuk petani tersebut masuk dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), pihaknya akan memenuhi.

Haryanto membenarkan, jika terjadi kekurangan atas pasokan pupuk, Pemkab berdasarkan RDKK bisa mengajukan tambahan dan prinsipnya bisa dipenuhi. Mengenai pasokan ke tingkat distributor dan pengecer, pihaknya memang melakukannya secara bertahap, sebab kapasitas gudang pupuk pihaknya di Rembang terbilang kurang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan