Stok Darah di Rembang hanya cukup untuk Sepekan

Senin, 29 Mei 2017 | 17:28 WIB

Petugas di PMI Rembang menunjukkan stok darah di unit transfusi darah setempat, Senin (29/5/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Stok darah di Rembang terbilang rawan pada awal Ramadan 1438 Hijriah, seiring dengan menurunnya jumlah donor pada bulan Puasa.

Ervin Nurcahyanti, salah seorang petugas di PMI Rembang menyatakan, saat ini pihaknya menyimpan sebanyak 375 kantung darah berbagai golongan di Unit Transfusi Darah.

Sementara, di Bank Darah RSUD dr R Soetrasno Rembang, hingga Senin (29/5/2017), menyimpan 56 kantung darah berbagai golongan.

“Yang di UTD, rinciannya itu 50 kantung golongan darah A, 144 golongan darah B, 158 darah O, dan 23 kantung golongan darah AB,” katanya kepada mataairradio.com.

Adapun menurut Ervin, rincian di bank darah RSUD Rembang yaitu golongan darah A 16 kantung, B 17 kantung, O 12 kantung, dan golongan darah AB 11 kantung.

“Jumlah stok darah tersebut mungkin hanya mampu bertahan hingga sepekan ramadan saja,” katanya.

Ia menyebutkan, kebutuhan normal stok darah di Kabupaten Rembang adalah 1.000 kantung per bulan.

“Golongan darah yang paling dominan dibutuhkan adalah golongan darah A, B, dan O, serta dibutuhkan paling banyak untuk pasien yang sedang dalam proses persalinan,” terangnya.

Ia memastikan, minggu kedua dan ketiga Ramadan atau hingga menjelang Lebaran, stok darah akan mengalami kekurangan, sehingga biasanya akan ada donor pengganti dari keluarga tiap kali ada pasien yang membutuhkan darah.

“Kelangkaan stok darah biasanya terjadi pada bulan Ramadan dan saat-saat musim libur sekolah. Karena masa-masa itu jumlah donor berkurang, sedangkan jumlah pasien yang membutuhkan darah cenderung ajek,” terangnya.

Ervin menambahkan, guna mengantisipasi kekurangan stok darah pada menjelang Lebaran, biasanya pihak Unit Transfusi Darah PMI Rembang menggenjot perburuan donor.

“Kalau Ramadan begini, kegiatan donor darah di komplek pesantren dan masjid pada seusai tarawih keliling serta di gereja pada tiap Minggu, kami intensifkan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan