STIE YPPI Rembang Kembangkan Usaha Keripik Tempe Tahunan

Jumat, 6 September 2019 | 16:56 WIB

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang membantu mengembangkan usaha keripik tempe di Desa Tahunan Kecamatan Sale. (Foto: STIE YPPI Rembang.)

REMBANG, mataairradio.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang membantu mengembangkan usaha keripik tempe di Desa Tahunan Kecamatan Sale, baru-baru ini.

Sasarannya adalah usaha produksi “Keripik Tempe 86” di desa setempat. Pengembangan dilakukan dengan pelatihan selama tiga hari.

Pengembangan di usaha produksi keripik tempe itu dilakukan antara lain karena pemilik usaha belum memiliki kemampuan untuk menerapkan teknologi pemasaran dalam jaringan (daring) atau online karena keterbatasan kemampuan dan sarana.

“Permasalahan lain yang dihadapi adalah masih perlu peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan berbasis komputerisasi,” kata Muhammad Tahwin, salah seorang pengajar di perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, permasalahan tersebut berdampak pada belum optimalnya pangsa pasar usaha keripik tempe.

“Solusi untuk mengatasi permasalahan adalah melalui media pemasaran dalam jaringan atau e-commerce lewat pelatihan manajemen dan pelatihan pemasaran berbasis web,” terangnya.

Tahwin menyebutkan, pelatihan yang diselenggarakan dengan dukungan program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS) dari Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti, menunjukkan hasil positif.

Dari sisi manajemen, katanya, pemilik usaha menyadari memahami perbedaan tugas dan fungsi sebagai pemilik dan pengelola usaha. Selanjutnya mitra juga sudah dapat membedakan antara kepentingan pribadi dan usaha.

“Untuk administrasi keuangan, mitra sudah mulai memisahkan keuangan usaha dengan pribadi. Pemilik usaha juga berkeinginan memperbaiki pengemasan dan label produk,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, meskipun pemilik usaha kini sudah dapat memanfaatkan web untuk melakukan promosi dan penjualan dalam jaringan atau online, pendampingan tetap diperlukan.

“Dalam program PKMS dilakukan pula kegiatan pendampingan agar tujuan perluasan pasar untuk usaha Keripik Tempe 86 dapat tercapai. Pendampingan dilakukan sejak Juli hingga Oktober nanti. Agar terus bisa berkembang, diperlukan komunikasi dengan para pemegang kebijakan, sehingga permasalahan yang muncul pascaprogram PKMS akan dapat diberikan solusi,” pungkasnya. (*)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan