Start Proyek Penataan Bekas Pasar Pamotan Molor

Kamis, 21 Juni 2018 | 17:38 WIB

Kawasan bekas Pasar Pamotan yang akan segera ditata oleh Pemkab Rembang mulai Juni 2018. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Start pelaksanaan proyek penataan bekas Pasar dan Kantor Kawedanan Pamotan molor dari kontrak yang disepakati.

Achmad Widodo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek itu menyebutkan, proyek penataan semestinya dimulai pada 4 Juni lalu, namun hingga Kamis (21/6/2018) ini belum mulai.

“Ya mestinya segera dimulai. Mestinya tanggal 4 Juni mulai,” katanya.

Dari komunikasinya dengan pihak rekanan, pekerjaan akan dimulai 25 Juni nanti. Sejauh ini, rekanan baru menyelesaikan survei lokasi guna pengukuran tanah.

“Sebelum Lebaran, rekanan sudah survei untuk pengukuran tanah,” terangnya.

Meskipun molor 21 hari dari kontrak, Widodo menilai, belum sampai memunculkan kekhawatirkan proyek bakal selesai tidak tepat waktu.

“Sepertinya belum mengarah ke sana (molor penyelesaian),” katanya.

Widodo juga menyebutkan, sebelum proyek penataan dimulai, para pedagang, baik yang di kawasan bekas pasar maupun eks kantor Kawedanan Pamotan, harus mengosongkan lapak.

“Ya (pedagang) harus mengosongkan lapak,” tandasnya.

Pihaknya memberikan batas waktu hingga 23 Juni mendatang. Ia mengklaim, pedagang sepakat. Selanjutnya, mereka akan ditempatkan mepet dengan jalan, masih di eks Pasar Pamotan.

“Pedagang ya setuju saja dipindah. Nanti ditempatkan di sisi jalan, agak mepet,” tegasnya.

Soal retribusi untuk pengelolaan lapak pedagang atau ruko setelah penataan, Widodo menyatakan, tarifnya sesuai Perda, Rp200 per meter.

Tarif retribusi itu berlaku terhadap bangunan satu lantai seperti kios. Sementara untuk bangunan dua lantai, retribusi ditentukan dua kali lipatnya.

“Retribusi ya sesuai Perda. Rp200 per meter. Kalau untuk yang dua lantai ya beda. Dua kali lipatnya,” katanya.

Siti Sulastri Ningsih salah seorang pedagang di pasar depan Masjid Pamotan itu menyebutkan, total ada 100-an pedagang yang berjualan di bekas pasar dan eks Kawedanan Pamotan.

“Kalau semua, yang di sini (eks pasar) dan sana itu (eks kawedanan), ada kalau seratus pedagang,” ujarnya.

Menurutnya, semua pedagang sudah sepakat atas konsekuensi dari penataan bekas pasar dan eks kantor kawedanan, termasuk jika harus pindah sementara selama proyek berlangsung.

“Pindah ya siap. Karena memang ditata,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan