Pengelola SPBU di Rembang Tambah Order Bensin Jelang Lebaran

Senin, 21 Juli 2014 | 17:00 WIB
Salah satu SPBU di jalur pantura Rembang.

Salah satu SPBU di jalur pantura Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Para pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Rembang menambah order BBM jenis premium atau bensin jelang Lebaran. Mereka mengajukan tambahan order hingga 40 persen ke Pertamina, mulai H-7 atau Senin (21/7) ini.

Pengelola SPBU Tasiksono Kecamatan Lasem Jazuli menyebutkan, tambahan order sengaja dilakukan hanya untuk premium, karena penjualan solar bakal turun seiring larangan melintas bagi armada angkutan barang di Jalur Pantura mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pasokan premium per hari yang sekarang rata-rata tujuh kiloliter, akan dinaikkan menjadi 10 kiloliter. Lonjakan bakal terjadi hingga H-2 atau H-1 Lebaran. Soal order pertamax dan pertamina dex, pihaknya tidak mengajukan tambahan order.

Pengelola SPBU Tireman, Muhammad Syafik juga mengaku akan mengajukan tambahan order ke Pertamina. Namun hingga Senin (21/7) ini, order yang dia ajukan masih tetap seperti biasa yakni 30 kiloliter premium dan 30 kiloliter solar.

Sementara untuk pertamax, Syafik tidak berencana menambah order alias masih akan tetap 12 kiloliter. Dia pun menyebutkan, tingkat konsumsi premium menjelang Lebaran, memang biasanya meningkat dan mulai terasa sejak H-5.

Menurut Syafik, berdasarkan pengalaman tahun lalu, lonjakan konsumsi sempat menembus 50 persen pada H-1 Lebaran. Namun dia menegaskan, tingkat lonjakan tersebut, hanya berlaku untuk premium, sedangkan solar justru cenderung turun.

General Manager Pertamina Marketing Operation Regional IV Jateng dan DIY, Subagjo Hari Moeljanto mengatakan, Pertamina menambah stok premium hingga 40 persen dari konsumsi harian umumnya sebesar 9.905 kiloliter. Kemudian untuk solar ditambah lima persen dari kebutuhan harian masyarakat yang biasanya 5.274 kiloliter. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan