Sowan Mbah Moen, Menkopolhukam Bicara Radikalisme

Tuesday, 2 February 2016 | 18:56 WIB
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat sowan kepada KH Maimoen Zubair di Pesantren Al Anwar, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Selasa (2/2/2016) siang. (Foto: mataairradio.com)

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat sowan kepada KH Maimoen Zubair di Pesantren Al Anwar, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Selasa (2/2/2016) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan sowan kepada KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen di Pesantren Al Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Selasa (2/2/2016) siang.

Luhut tiba di pesantren tersebut pada sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mendarat dari pesawat helikopter milik TNI Angkatan Udara. Luhut tiba bersama rombongan dengan didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi dan muspida setempat.

Ditemui para wartawan usai sowan, Luhut mengaku menyampaikan masalah seperti penanggulangan radikalisme, narkoba, dan pendidikan.

Soal kunjungannya yang dikaitkan dengan persoalan PPP, ia menampiknya. Menurutnya, Mbah Moen ingin agar PPP bersatu dan mendukung Pemerintah.

“(Mbah Moen) Ingin melihat islam nusantara. Islam yang ada dimana-mana yang penuh dengan rahmat,” terangnya

Kunjungan Luhut kepada Pengasuh Pesantren Al Anwar KH Maimoen Zubair, dilakukan setelah rombongan dengan dua helikopter itu berkunjung ke Pesantren Maslakul Huda Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.

Silaturahmi ini sekaligus bagian dari kunjungan ke Provinsi Jateng.

Kepada awak media, Menko Polhukam juga sempat menanggapi persoalan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang disebutnya perlahan selesai.

Ia pun menyebut eks anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan Barat ke Jawa Tengah, sudah bisa ditangani secara baik.

“Gafatar saya kira perlahan selesai. Jawa Tengah dan semua sudah bisa diperbaiki dengan baik,” katanya.

Luhut mengomentari pula kasus bentrok dua ormas di Medan pada Sabtu 30 Januari lalu yang melibatkan organisasi Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya.

Pemerintah akan menindak tegas setiap pelaku onar dan yang melanggar peraturan.

“Kalau membuat onar, tentu jangan kita hanya bicara teroris saja. Kalau ini juga membuat ketidaktentraman harus kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Mbah Moen mengucapkan terima kasih atas kunjungan Luhut. Ia berpesan kepada Menko Polhukam agar menciptakan Indonesia yang satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Mbah Moen pun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia mesti menjaga satu titipan yang dari ajaran islam adalah makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.

Usai dari Sarang, menurut rencana, Luhut akan kembali ke Semarang untuk beristirahat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan