Sosialisasi UU Desa di Rembang Diwarnai Aksi Sawer

Tuesday, 22 April 2014 | 15:43 WIB
287 kepala desa mendapat sosialisasi undang-undang tentang desa di Pendapa Museum Kartini Rembang, Selasa (22/4). (Foto:Pujianto)

287 kepala desa mendapat sosialisasi undang-undang tentang desa di Pendapa Museum Kartini Rembang, Selasa (22/4). (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sosialisasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Selasa (22/4) pagi, diwarnai aksi sawer sejumlah kades kepada penyanyi pada jeda acara. Suasana pun menjadi semarak, namun cenderung gaduh.

287 kepala desa mendapat sosialisasi undang-undang tentang desa di Pendapa Museum Kartini Rembang. Sebagian mereka tampak hidmat mendengarkan penjelasan dari Asisten I Sekda Rembang Subakti, namun tidak sedikit yang tampak tak peduli dengan “ngobrol” sendiri.

Ada pula beberapa dari kades yang pulang sebelum waktunya. Padahal, menurut Subakti, ada sejumlah ketentuan baru di undang-undang ini yang perlu dimengerti kades. Misalnya terkait BPD yang tak lagi bagian dari Pemerintah Desa, tetapi sekadar membuat kerangka kebijakan.

Subakti sempat menyindir aksi sejumlah kades yang memberikan saweran atau uang kepada penyanyi. Menurutnya, kades perlu lebih bijak dalam mengendalikan lalu lintas keuangan. Namun sindiran Subakti ini disampaikan sembari melontarkan senyum.

Seperti diketahui, dengan disiarkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa mendapat kesempatan luas untuk membangun. Setiap desa akan mendapatkan kucuran dana hingga ratusan juta rupiah dari APBN untuk membangun desa.

Dalam kesempatan ini, Asisten I Sekda Rembang berharap, kucuran dana ini tidak membawa dampak masalah. Diungkapkannya bahwa PP atau Peraturan Pemerintah sebagai tindak lanjut UU Desa, akan segera terbit Mei ini.

Sejumlah kepala desa mengaku mulai berburu tenaga staf administrasi dalam menghadapi rencana kucuran dana dari Negara. Dana yang akan diterima adalah sebesar 10 persen dari dana perimbangan APBD kabupaten setelah dikurangi dana alokasi khusus atau DAK.

Kepala Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Aris Winarto mengaku mencari tenaga staf administrasi yang mampu menguasai komputer, dalam menghadapi gelontoran dana besar ini. Dia pun mengakui, perangkat desanya belum mumpuni mengoperasikan komputer. (Pujianto)




One comment
  1. sukron

    April 23, 2014 at 6:11 pm

    bapake maling anake yo maling.. lagi weruh penyanyi wae wis podo rebutan tuku opo meneh yen duike akeh!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan