Sopir Angkutan Barang Berpotensi Kehilangan Hak Pilih

Rabu, 9 Juli 2014 | 16:08 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KALIORI, MataAirRadio.net – Sejumlah sopir armada angkutan barang yang melintasi Jalur Pantura berpotensi kehilangan hak pilih pada Pilpres 9 Juli 2014. Mereka ingin menyalurkan hak suaranya di Kabupaten Rembang, namun tidak bisa terlayani karena berbagai alasan.

Salah seorang Anggota KPPS di TPS 2 Desa Banyudono Kecamatan Kaliori Budi Handayani mengungkapkan, sejumlah sopir truk berhenti di TPS setempat untuk bertanya tentang bagaimana caranya bisa menggunakan hak pilih, sementara yang bersangkutan dalam perjalanan namun memiliki KTP.

Budi menjelaskan, para sopir ini bisa dilayani asalkan membawa formulir A5 untuk pindah memilih di TPS setempat. Selain itu, mereka baru bisa dilayani pada setelah jam 12 hingga jam satu siang. Antusiasme warga mengikuti Pilpres 2014 dinilai cukup tinggi dengan tumbuhnya kesadaran untuk memilih.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftuhin membenarkan, mereka yang telah terdaftar sebagai pemilih, namun ingin menggunakan hak suaranya di TPS di daerah lain, wajib mengurus A5. Namun mengurus A5, tidak bisa sekaligus pada saat hari pelaksanaan coblosan, Rabu (9/7) ini.

Para sopir angkutan barang yang memiliki hak pilih dan kebetulan masih berada di perjalanan saat bertepatan dengan Pilpres, bisa menggunakan KTP, tapi mencoblosnya tetap di kabupaten asalnya. Aturan mensyaratkan kepemilikan formulir A5 atau keterangan pindah tempat memilih.

Pemilih yang hanya menggunakan KTP dan belum terdaftar di DPT maupun Daftar Pemilih Khusus, dilayani di TPS mulai jam 12 hingga jam satu siang. TPS harus sudah tutup dari aktivitas pencoblosan pada jam satu siang dan tidak ada perlakuan khusus.

Berdasarkan pantauan pelaksanaan Pilpres 2014, suasana TPS cukup ramai sejak pagi hari. Di TPS Dusun Matalan Desa Purworejo misalnya, para petani garam dan buruh pabrik ikan memilih libur sementara dari aktivitas untuk berpartisipasi di Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Pilpres kali ini diikuti oleh dua pasangan calon, yakni pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo-Hatta didukung koalisi Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS, PAN, PBB, dan Partai Demokrat. Sementara pasangan Jokowi-JK didukung koalisi PDI-P, PKB, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PKPI. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan