SMS Minta Dukungan Caleg Beredar di Kalangan TNI/Polri

Sabtu, 5 April 2014 | 21:12 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUMBER, MataAiradio.net – Layanan pesan singkat atau SMS berisi permintaan dukungan dari calon anggota legislatif beredar di kalangan masyarakat. SMS berisi hal yang sama juga beredar di kalangan kepolisian dan tentara. Sejumlah personel polisi dan tentara kepada MataAir Radio mengaku mendapat SMS tersebut, padahal mereka tidak memiliki hak pilih dan wajib netral pada Pemilu 2014.

Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Wawan Indaryanto menegaskan, pihaknya netral dalam pemilihan umum legislatif 9 April nanti. Dia pun mengingatkan kembali kepada para tokoh agama dan masyarakat serta unsur terkait lainnya, agar menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.

Meski netral, pihaknya akan tetap membantu menyukseskan Pemilu 2014, terutama di Kabupaten Rembang. Bentuk dukungan penyuksesan pemilu dilakukan dengan turut serta menjaga keamanan bersama polisi dan linmas. Pihaknya menargetkan, pemilu berlangsung tertib dan aman.

Menyikapi perkembangan situasi terkini di masyarakat, Sabtu (5/4) pagi, digelar silaturahmi dalam rangka komunikasi sosial Kodim Rembang dengan komponen masyarakat di Balai Manunggal Rembang. Dalam kegiatan silaturahmi itu, terungkap pula perbincangan mengenai adanya SMS yang beredar berisi permintaan dukungan dari salah satu caleg.

Namun, umumnya dari mereka yang menerima SMS seperti itu, mengabaikannya dengan langsung menutup isi pesan. Terkait hal ini, pihak Kodim meyakini masyarakat sudah lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Tentara menurut Dandim, hanya fokus pada pengamanan pemilu.

Menurut Letnan Kolonel Wawan, polisi memegang kendali pengamanan pemilu, sedangkan pihaknya membantu. Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap mengerahkan satu satuan setingkat peleton atau SST untuk pengamanan pemilihan umum 9 April 2014. Kebanyakan, pengamanan dilakukan secara tertutup.

Sementara itu terkait penggalangan dukungan dari caleg melalui SMS, sebagian warga berharap agar para caleg menggunakan cara yang lebih baik dari itu. Menurut mereka, jika baru menjadi caleg sudah tidak mau bertatap muka, bagaimana kalau sudah terpilih.

Menurut Sudardi, salah satu warga di Sumber, kalau para caleg  sudah enggan melakukan silaturahmi dengan masyarakat, dia khawatir kelak jika sudah menjadi anggota DPRD, untuk bertemu langsung dengan masyarakat lebih sulit lagi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan