SMP Kekurangan Siswa Diizinkan Perpanjang PPDB

Sabtu, 23 Juni 2018 | 14:34 WIB

Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Mardi. (Foto dikutip dari laman murianews.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mengizinkan SMP yang kekurangan siswa untuk memperpanjang PPDB.

“Toleransi perpanjangan masa penerimaan peserta didik baru diberikan hingga maksimal seminggu jelang masuk ajaran baru,” kata Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Mardi.

Kebijakan perpanjangan masa PPDB itu, menurutnya, berlaku tidak hanya bagi SMP negeri, tetapi juga swasta.

Mardi membantah, kekurangan siswa adalah akibat dari penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru.

“Bukan dampak zonasi. Sebab, pada tahun-tahun lalu, kekurangan siswa baru juga terjadi, meskipun tidak ada sistem zonasi,” tandasnya.

Mardi menyebutkan, hingga Sabtu (23/6/2018) siang, baru satu sekolah yang secara resmi mengajukan permohonan perpanjangan masa PPDB.

“Baru satu sekolah yang secara resmi mengajukan kepada kami untuk memperpanjang masa PPDB,” terangnya.

Namun ia tidak menyebutkan sekolah mana. Ia hanya mengatakan, sekolah ini berada di daerah pelosok. Ditengarai, ada beberapa sekolah yang memiliki nasib sama, kekurangan siswa.

“Kekurangan siswa terjadi akibat rasio antara jumlah siswa lulusan sekolah dasar dengan kuota penerimaan siswa baru di tingkat SMP di daerah setempat, tidak sebanding,” katanya.

Ia memastikan, kekurangan siswa baru terjadi tidak secara merata di setiap sekolah, tetapi terbatas di lokasi tertentu yang daya tampungnya SMP dan MTs-nya tak sebanyak lulusan SD.

Penerimaan peserta didik baru pada jenjang SMP sudah dilakukan pada 6-8 Juni lalu. PPDB dilakukan di 39 SMP negeri dan 14 SMP swasta serta di lima MTs negeri dan 37 MTs swasta.

Jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah menjadi variabel pembobotan. Semakin jauh jaraknya, maka bobot yang diberikan makin kecil.

Di SMP Negeri 2 Rembang misalnya, calon siswa yang berasal dari desa setempat sekolah, diberi bobot 30, kecamatan yang sama 20, dan tinggal di kawedanan yang sama bobot 10.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan