Wacana SMK Per Kecamatan Strategis Asal Dinas Selektif

Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:14 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Wacana pembukaan sekolah menengah kejuruan (SMK) di setiap kecamatan disebut strategis bagi beberapa SMK yang telah berdiri. Namun mereka menginginkan Dinas Pendidikan selektif dalam menerima usulan pembukaan SMK baru.

Kepala SMK Umar Fatah Rembang Nur Rohman mengatakan sudah ada contoh SMK di wilayah Kecamatan Sarang yang mati karena berbagai sebab, salah satunya komitmen dari penyelenggara sekolah. Soal asumsi siswa dari SMP atau MTs yang sedikit jika hadir SMK di setiap kecamatan, bisa diantisipasi.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan vokasional dan keterampilan, akan cukup tinggi. Dia percaya, lulusan SMP dan MTs akan terus melirik SMK. Kini yang penting baginya adalah perhatian dari Pemerintah terhadap SMK, apalagi setelah Rembang deklarasi sebagai kabupaten vokasi.

Nur Rohman juga mengemukakan, agar tetap terus bisa bersaing, stakeholder di setiap sekolah perlu saling mendukung. Terutama, menurutnya adalah visi, mimpi, dan komitmen dari lembaga, yayasan, atau penyelenggara sekolah menengah kejuruan. Terlebih keahlian yang akan dibuka di SMK baru, juga harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dikemukakannya pula bahwa persaingan antar-SMK menjadi sebuah keniscayaan. Namun dia berpendapat, sekolah yang memiliki ciri khas, “brand”, dan kejelasan visi, akan tetap dipilih oleh masyarakat.

Menurutnya, Dinas Pendidikan tidak bisa tidak memberikan izin pembukaan SMK baru, selagi komitmen dan kesiapan penyelenggara pendidikan jelas. Ia mencontohkan gedung, sarana-prasarana, dan komitmen serta visi yang jelas dari penyelenggara. Namun jika lepas dari itu, dia menyebut akan lahir SMK abal-abal.

Sementara itu, jika sebelumnya disebut ada enam kecamatan yang belum memiliki SMK, dari penelusuran hanya Sarang, Kragan, Sluke, dan Pancur yang belum mempunyai sekolah menengah kejuruan. Sementara di Kaliori dan Bulu yang sempat disebut, sudah ada SMK Walisongo Kaliori dan SMK Taruna Bulu. Total ada 17 SMK di Kabupaten Rembang, dan lima di antaranya telah mengantongi sertifikasi mutu standar internasional. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan