SMK Muhammadiyah Rembang Rakit Mobil Niaga Esemka

Kamis, 17 September 2015 | 16:26 WIB
Kepala SMK Muhammadiyah Rembang Parno (dua dari kiri) bersama Komisaris PT SMK Joko Sutrisno (dua dari kanan) menunjukkan piagam MoU perakitan mobil niaga Bima Esemka di SMK Muhammadiyah Rembang, Kamis (17/9/2015). (Foto: Pujianto)

Kepala SMK Muhammadiyah Rembang Parno (dua dari kiri) bersama Komisaris PT SMK Joko Sutrisno (dua dari kanan) menunjukkan piagam MoU perakitan mobil niaga Bima Esemka di SMK Muhammadiyah Rembang, Kamis (17/9/2015). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Rembang akan merakit satu unit kendaraan jenis mobil niaga bertipe Bima Esemka 11 dengan kapasitas mesin 1.090 cc.

Kepala SMK Muhammadiyah Rembang Parno mengatakan, perakitan ini merupakan bagian dari praktek pembelajaran. Sekolahnya bekerjasama dengan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku produsen Esemka. Setelah nanti mobil terakit, sekolah akan memakainya untuk kendaraan niaga.

“Guru-guru kami, juga akan ikut dilatih. Perakitan ini bagian dari praktek pembelajaran dan transfer pengetahuan. Nanti mobilnya kita pakai untuk niaga,” terangnya.

Menurut Parno, perakitan mobil dilakukan dengan melibatkan semua siswa di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di bawah bimbingan guru dan teknisi dari pihak PT SMK. Jumlah siswanya 565 orang akan dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian siswa bergantian menyusun sesuai jatah jam pelajarannya.

Komisaris PT SMK Joko Sutrisno yang ditemui di sela peluncuran MoU perakitan mobil Esemka dengan SMK Muhammadiyah Rembang menyatakan akan banyak berbagi informasi dan pelajaran tentang teknologi terbaru Esemka.

“Jika ada lulusan yang terampil, mereka berpotensi direkrut bekerja di PT SMK,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi yang menghadiri acara Kamis (17/9/2015) pagi itu mengatakan, kerjasama-kerjasama perakitan mobil atau kendaraan bermotor lainnya, penting dilakukan untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Apalagi para lulusan SMK segera dihadapkan dengan persaingan di bursa tenaga kerja global, menyusul era masyarakat ekonomi ASEAN. Bahkan, sebelum MEA bergulir 15 Desember mendatang, ratusan tenaga kerja asing dari Hongkong, dilaporkan sudah dipekerjakan di industri di Surabaya, Jawa Timur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan