SMK di Rembang Simulasikan Lagi UNBK

Kamis, 1 Februari 2018 | 18:41 WIB

Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2018 di SMK Negeri 1 Sumber, Kamis (1/2/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Rembang melakukan lagi simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi para siswanya, Kamis (2/1/2018) pagi.

Simulasi kali ini merupakan yang kedua setelah sebelum tahun baru kemarin. Tujuannya, selain untuk menyiapkan mental siswa, juga untuk mengecek kesiapan perangkat UNBK seperti server, klien, dan jaringan.

“Jika pada simulasi ini ditemui masalah, maka kepala sekolah bisa menyampaikan ke Pemerintah Pusat,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Rembang Gatot Raharjo.

UNBK bagi SMK dijadwalkan berlangsung tiga bulan lagi. Tepatnya mulai tanggal 3-6 April 2018. Sebanyak 2.921 siswa sekolah menengah kejuruan di kabupaten ini akan mengikuti ujian nasional tersebut.

Tahun ini, tidak ada lagi SMK yang menggelar UNBK dengan menggabung ke sekolah lain. SMK Negeri 1 Sumber, SMK Taruna Bulu, dan SMK Hidayatul Muslimin Sedan, yang di tahun lalu gabung, kini mandiri.

“Enam SMK Negeri dan 18 SMK swasta, semua mandiri menggelar UNBK, termasuk tiga SMK yang tahun lalu masih menggabung,” katanya kepada mataairradio.

Gatot menambahkan, simulasi masih akan dilakukan sekali lagi, dan itu yang terakhir. Pelaksanaannya pada 6-7 Maret mendatang. Sejauh simulasi kedua ini, belum ada laporan persoalan dari sekolah.

“Belum ada laporan permasalahan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan mataairradio di SMK Negeri 1 Sumber, simulasi UNBK dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer. Tidak menggunakan laptop. Simulasi dilakukan pers sesi, sejak pagi hingga sore.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan