SMK 1 Rembang Kini Berstandar Internasional Manajemen Lingkungan

Selasa, 18 Maret 2014 | 17:42 WIB
Penyerahan sertikat ISO 14001 2004 oleh pihak PT TUV Rheinland Indonesia (paling kiri) kepada Kepala SMK Negeri 1 Rembang (paling kanan), Selasa (18 3 siang). (Foto Pujianto)

Penyerahan sertikat ISO 14001 2004 oleh pihak PT TUV Rheinland Indonesia (paling kiri) kepada Kepala SMK Negeri 1 Rembang (paling kanan), Selasa (18 3 siang). (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – SMK Negeri 1 Rembang kini resmi mengantongi sertifikasi standar internasional sistem manajemen lingkungan atau yang dikenal sebagai ISO 14001 versi 2004 (14001:2004). Lembaga penguji sertifikasi mutu sistem manajemen lingkungan PT TUV Rheinland Indonesia menyerahkan sertifikat standar ISO 14001:2004 kepada pihak SMK Negeri 1 Rembang, Selasa (18/3) siang.

Penyerahan sertifikat tersebut disaksikan di antaranya oleh Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz, Plt Kepala Dinas Pendidikan Noor Effendi, dan Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto. Sertifikat standar internasional itu diserahkan secara langsung oleh Branch Manager PT TUV Rheinland Indonesia Cornelius Tono Infantriyanto kepada Kepala SMK Negeri 1 Rembang Singgih Darjanto.

Singgih mengatakan, kepemilikan ISO ini bukan merupakan tujuan akhir, melainkan modal selanjutnya untuk terus menata lingkungan. Dia mencontohkan, air bekas wudlu akan dikelola menjadi lebih manfaat untuk menyirami tanaman peneduh di areal sekolah. Menurutnya, air bekas wudlu yang dicampur dengan sisa pengolahan air minum isi ulang, akan ditampung di sebuah bejana khusus, sebelum dipakai.

Pihak sekolah kini juga mulai melestarikan sejumlah tanaman langka seperti kapulaga dan kuntobimo, serta tanaman apotik hidup di lahan persemaian di areal sekolah. Pengelolaan sampah dengan konsep 3R atau reduce, reuse, dan recycle juga sudah dilakukan. Singgih menyebut SMK Negeri 1 Rembang sebagai SMK pertama di Indonesia yang menerima ISO Sistem Manajemen Lingkungan dari PT TUV.

Sementara itu, CorneliusTono Infantrianto menyebutkan, melalui sertifikat tersebut, pihak sekolah lain diharapkan tidak lagi memahami “green shool” hanya sebagai sekolah yang penuh dengan pepohonan yang rindang, tetapi juga harus memiliki tata cara mengidentifikasi aspek dan dampak dari kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, selama melakukan pengujian di SMK Negeri 1 Rembang, ada dua aspek dan dampak yang menjadi fokus di sekolah ini. Dia menyebutkan fokusnya adalah mengurangi penggunaan energi dan penggunaan kertas. Cornelius menjelaskan, pengurangan penggunaan energi diperlukan karena agresi perusakan lingkungan marak.

Sementara pengurangan penggunaan kertas diperlukan agar hutan dunia tidak cepat habis. SMK ini juga mengurangi dampak debu dari aktivitas di bengkel perkayuan. Selain itu, limbah sia oli dikelola agar tidak menyebabkan cemar lingkungan sekolah.

Sertifikasi standar internasional yang diperoleh SMKN 1 Rembang merupakan yang kali kedua, setelah di tahun 2009 sekolah ini juga memperoleh ISO 9001 versi 2000 sistem manajemen mutu. Wakil Bupati Abdul Hafidz berharap kepada sekolah yang lain agar segera menyusul SMKN 1 Rembang mengelola sekolah yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, dengan lingkungan yang baik maka otak dan hati akan berkembang dengan baik pula. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan