SMA/SMK di Rembang Disinyalir Wajibkan Siswa Beli Seragam

Kamis, 25 Juni 2015 | 19:13 WIB
Ilustrasi (Foto: Rif)

Ilustrasi (Foto: Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – SMA/SMK di Kabupaten Rembang disinyalir mewajibkan siswanya agar membeli seragam di sekolah.

Bagi kalangan orang tua, hal semacam itu berpotensi memberatkan, karena terjadi pada saat yang hampir berbarengan dengan kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Orang tua berharap kepada sekolah agar membebaskan para siswa dalam membeli seragam. Dengan begitu, paling tidak, orang tua bisa membeli seragam secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan saat sekarang.

“Kami meminta kepada sekolah agar memahami ekonomi siswa. Dipilah antara yang mampu dan yang kurang. Itu kalau sudah masuk atau diterima,” kata Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Dia berharap agar siswa yang kurang mampu diperlakukan berbeda, terlebih bisa digratiskan. Hafidz pun mengecam sekolah yang nekat mencantumkan item-item pembayaran, sebelum siswa yang bersangkutan diterima masuk sekolah.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Rembang Mardi menyatakan, para siswa tidak harus membeli seragam kepada sekolah.

“Mereka kami persilakan membeli seragam dimanapun tempatnya,” tandasnya.

Tentang dalih sekolah yang mewajibkan pembelian seragam karena telah mencapai kesepakatan dengan orang tua melalui komite sekolah, pihaknya akan berusaha untuk mengecek secara langsung ke lapangan.

“Intinya soal pembelian seragam, kami berikan kebebasan,” tegasnya.

Mardi menegaskan, tidak ada kewajiban dari Dinas Pendidikan kepada siswa untuk membeli seragam hanya di sekolah. Jika ada sekolah yang memaksa, dia berharap agar masyarakat mau melapor.

“Jika ada, kami akan mendatangi sekolah untuk kami berikan teguran,” imbuhnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari para orang tua, sejumlah sekolah baik SMA maupun SMK Negeri di Kecamatan Rembang, sudah mulai memberikan edaran tentang harga seragam yang mesti dibeli oleh siswa. Harganya mulai Rp600.000 per paket.

Bowo, salah satu orang tua siswa asal Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang berharap, agar seragam yang disediakan oleh sekolah, tidak diwajibkan untuk dibeli secara sekaligus.

“Kalau bisa agar boleh dibeli satu per satu, supaya orang tua tidak diberatkan. Mengingat, saat ini, harga hampir segala kebutuhan pokok, naik,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan