SMA di Kragan Kampanye Membaca Al-Quran

Kamis, 2 Mei 2019 | 20:57 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat di SMAN 1 Kragan dalam acara “Smanekra Bertilawah”, pada Kamis (2/5/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional dan ulang tahun sekolah ke 28, pihak Sekolah Mengah Atas (SMA) Negeri 1 Kragan mengkampanyekan gerakan membaca Al-Quran kepada para anak didiknya.

Acara yang dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz itu, diberi tajuk “Smanekra Bertilawah” di gelar di halaman gedung sekolah setempat, pada Kamis (2/5/2019) siang.

M. Yusuf Hasyim selaku ketua panitia acara tersebut menjelaskan, kegiatan yang pihaknya gelar tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan literasi terhadap generasi muda, khususnya siswa-siswi SMA Negeri 1 Kragan supaya gemar membaca dan menulis.

“Hanya saja, pada gerakan literasi kali ini, objek yang dibaca bukan buku seperti pada umunya, melainkan kitab suci Al-Quran,” ungkapnya.

Yusuf menuturkan, pihaknya sengaja menjadikan kitab suci Al-Quran sebagai objek penerapan literasi, lantaran jumlah siswa di sekolahnya mayoritas beragama muslim.

“Selain itu juga karena rendahnya minat baca Al-Quran pada generasi muda,” imbuhnya

Dirinya berharap, dengan “Smanekra Bertilawah” para generasi muda khususnya siswa-siswi SMA Negeri 1 Kragan mampu meningkatkan minat baca Al-Quran.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini, minat baca A-Quran di kalangan warga Smanekra meningkat,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diterima mataairradio.com, ada sebanyak 1.017 siswa di SMA Negeri 1 Kragan, yang masih aktif belajar, lima diantaranya siswa beragama non muslim. Sedangkan, jumlah siswa kelas IX di tahun ajaran 2019 ini sebanyak 237 siswa.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan