Warga Sluke Diduga Terinfeksi Flu Arab Sepulang Umroh

Sabtu, 10 Mei 2014 | 15:42 WIB
Prosesi pemakaman seorang warga Kecamatan Sluke yang diduga tekena virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sepulang dari umroh, Sabtu (10/5) siang. (Foto:Pujianto)

Prosesi pemakaman seorang warga Kecamatan Sluke yang diduga tekena virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sepulang dari umroh, Sabtu (10/5) siang. (Foto:Pujianto)

SLUKE, MataAirRadio.net – Seorang warga Kecamatan Sluke diduga terinfeksi flu Arab atau penyakit akibat virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sepulang dari umroh awal pekan ini. Laki-laki ini diketahui pulang dari umroh pada Selasa 6 Mei lalu, dan dilarikan ke rumah sakit pada hari Jumat (9/5) kemarin.

Namun yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia pada malam harinya. Sabtu (10/5) siang, jenazah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Pejabat Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro membenarkan adanya pasien yang dicurigai mengidap virus unta.

Yang bersangkutan sempat dirawat di ruang perawatan ketergantungan tinggi atau HND. Giri memastikan, pihak rumah sakit belum sampai menyimpulkan pasien itu mengidap MERS atau tidak. Yang jelas, pasien sudah sempat mendapat perawatan dari dokter penyakit dalam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengaku tengah melacak kasus diduga MERS, ke rumah sakit dan ke masyarakat. Ia ingin memastikan apakah diagnosa dokter sudah mengarah ke MERS.

Ali juga mengaku mendapat informasi klinis atau berdasarkan pengamatan klinik bahwa pasien yang bersangkutan dirawat karena infeksi paru-paru. Informasi itu pun dikonfirmasi dokter penyakit dalam yang menangani pasien.

Hanya saja, dari informasi lain, pasien tersebut sudah pernah ditangani dokter karena kasus yang hampir sama sebelum berangkat umroh ke Arab Saudi. Meski demikian Ali tak menampik bahwa yang bersangkutan mengalami panas tinggi sepulang umroh dan akhirnya meninggal.

Gejala awal seseorang terinfeksi MERS, menurut Ali adalah mengalami demam, batuk, dan sesak nafas. Terjadi infeksi saluran pernafasan semacam radang paru-paru yang diikuti gangguan pada fungsi ginjal dan setelahnya bisa mengakibatkan kematian.

Di Arab Saudi, Pemerintah kembali mengumumkan bertambahnya jumlah korban jiwa akibat terjangkit virus MERS. Sebanyak lima orang dinyatakan telah meninggal serta 14 kasus baru telah teridentifikasi di tengah-tengah upaya negara ini memberantas penyakit yang telah menewaskan sebanyak 126 orang di negara tersebut. Sejak September 2012, sudah 463 orang terinfeksi MERS di Arab Saudi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan