Sluke Gencar Berburu Investor Pasar

Senin, 3 November 2014 | 19:53 WIB
Pasar Desa Sluke Kecamatan Sluke. (Foto:Rif)

Pasar Desa Sluke Kecamatan Sluke. (Foto:Rif)

 

SLUKE, mataairradio.com – Pembangunan Pasar Desa Sluke Kecamatan Sluke yang terkatung-katung, nampaknya akan memasuki babak baru. Beberapa orang yang merupakan warga desa itu, kini tengah gencar berburu investor pasar.

Dua kali proses pembangunan Pasar Sluke oleh investor berujung kandas karena sejumlah persoalan yang melibatkan kelompok warga, panitia, investor, dan kepala desa kala itu. Saat sekarang, permasalahan dianggap telah tuntas, sehingga proses terkait revitalisasi Pasar Sluke, akan dimulai dari awal.

“Kami akan mulai dari proses awal. Timnya juga sudah ganti. Dengan bekal pondasi bangunan pasar, kini kami sedang mencari investor. Pencarian investor ini sudah sesuai prosedur dan telah kami komunikasikan dengan berbagai pihak,” kata seorang anggota tim pemburu investor Pasar Sluke, Danuri.

Daenuri yang didampingi anggota tim lainnya, Abdul Muhid mengaku sudah menyiapkan peraturan desa yang mengatur penghapusan inventaris pasar lama ketika gagal direvitalisasi oleh investor sebelumnya.

“Termasuk dalam perdes itu, berisi rencana pengembangan dan kerjasama dengan investor. Isi perdes ini pula yang nanti akan kita sampaikan ke investor,” sambung Abdul Muhid.

Keduanya menegaskan, perburuan investor revitalisasi Pasar Sluke telah dikomunikasikan dengan pihak Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, serta Bappeda Rembang.

“Inginnya direvitalisasi oleh investor, agar Pasar Sluke tetap dikelola desa. Kalau revitalisasinya ditangani Pemkab, kami khawatir Pasar Sluke akan diambil alih pengelolaannya atau menjadi pasar daerah,” tandasnya.

Muhid menyebutkan, investasi revitalisasi Pasar Sluke diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp6 miliar, jika mengacu revitalisasi yang sempat gagal baru-baru ini.

“Kami sediakan waktu tanggal 7-8 November ini untuk investor yang mau mendaftar. Tempat pendaftarannya di Balai Desa Sluke, pada tanggal tersebut, tiap pukul 09.00 hingga 14.00 WIB,” imbuhnya.

Ladi, penjual buah asal Desa Sluke berharap pengembangan pembangunan Pasar Sluke segera berlanjut. Dia sudah menjajakan barang dagangannya di luar kawasan pasar selama dua tahun terakhir.

“Jadi cukup beresiko, apalagi kalau lalu lintas jalur Pantura cukup padat. Saya pribadi sudah sempat membeli kios dalam proyek pembangunan pasar, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan