Situs Sejarah di Rembang Tak Dilengkapi Deskripsi

Sabtu, 26 April 2014 | 13:35 WIB
Kayu peninggalan Sunan Bonang. (Foto:Rif)

Kayu peninggalan Sunan Bonang. (Foto:Rif)

LASEM, MataAirRadio.net – Sejumlah pengunjung situs sejarah di wilayah Kabupaten Rembang kesulitan mendapatkan informasi awal mengenai benda pusaka Indonesia di daerah ini, karena ketiadaan papan deskripsi.

Paling banter, para pengunjung ini hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemandu lepas yang umumnya dari masyarakat pemerhati sejarah yang tak dibayar khusus. Masyarakat Sejarawan Indonesia Rembang berharap Pemerintah tersentil dan lebih peduli terhadap kekayaan sejarah.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Rembang Edi Winarno menganggap, deskripsi atas sebuah situs penting dilengkapkan, sebagai upaya menarik simpati masyarakat untuk melindungi. Saat ini, situs peninggalan pra-sejarah, megalitikum, dan era Majapahit di Rembang tak terawat.

Menurut Edi, urusan melestarikan dan melindungi benda cagar budaya peninggalan sejarah, memang tidak semata menjadi tanggung jawab Pemerintah. Namun peran Pemerintah diperlukan ketika kesadaran masyarakat belum banyak tumbuh.

Soal apa yang sudah dilakukan MSI dalam melestarikan dan melindungi benda peninggalan masa lalu, Edi mengklaim sudah giat mengajak lembaga swadaya masyarakat dan elemen warga untuk turut peduli.

Karena tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan, pihaknya memilih lebih aktif mendorong masyarakat agar ikut serta mengapresiasi benda dan situs bersejarah di Kabupaten Rembang. Dalam hal ini peran Pemerintah Desa juga diperlukan agar situs terselamatkan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang Sunarto yang dihubungi terkait sentilan dari MSI ini mengakui, belum bisa banyak berbuat. Dalihnya, status tanggung jawab pengelolaan sebagian situs sejarah, masih belum jelas.

Apakah menjadi urusan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah atau Pemkab Rembang. Sementara ini, pihaknya baru sebatas melakukan perlindungan dan penyelamatan situs melalui pembebasan tanah oleh Pemkab. Selebihnya belum, karena dalam koordinasi dari BP3 Jawa Tengah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. admin

    April 28, 2014 at 11:09 am

    ini sangat ironis… klw memang betul itu urusan bp3.. kami ingin konfirmasi lgsung ke bp3 jawa tengah.
    bahkan scara online kita kesulitan mengakses info tntang pariwisata dikota rembang.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan