Situs Majapahit Lasem Diduga Dirusak Pencari Akik

Jumat, 5 Juni 2015 | 17:04 WIB
Aktivis kesejarahan lokal Lasem Ernantoro. (Foto: mataairradio.com)

Aktivis kesejarahan lokal Lasem Ernantoro. (Foto: mataairradio.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Situs sejarah peninggalan zaman Majapahit di wilayah Desa Kajar Kecamatan Lasem diduga menjadi sasaran para pencari batu perhiasan atau akik, sehingga beberapa di antaranya rusak.

Aktivis kesejarahan lokal Lasem Ernantoro mengaku mendapat laporan dari masyarakat tentang beberapa situs yang kelihatan rusak. Dia belum tahu soal apakah perusakan itu disengaja atau tidak, meski sama-sama dilarang Negara.

“Salah satu situs yang diduga dirusak adalah Goa Tinatah di Desa Kajar Kecamatan Lasem,” ungkapnya kepada mataairradio, Jumat (5/6/2015) siang.

Goa Tinatah adalah sebuah goa kecil yang di sisi atapnya terlihat seperti permukaan batu yang ditatah sehingga terlihat lebih rata daripada permukaan batu pada goa-goa pada umumnya.

“Kami satu tim (Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah Lasem, Fokmas) baru akan meninjau bagaimana perusakan itu secara langsung, Minggu (7/6/2015) besok,” sambungnya.

Aktivis kesejarahan tidak mau terlalu dini menyimpulkan tentang apa yang sudah diambil oknum warga dari aktivitas perusakan di Goa Tinatah.

“Yang jelas di dalam goa itu, kini terdapat sebuah lubang besar, yang oleh warga, diduga kuat bekas galian,” bebernya.

Ernantoro mengaku sangat khawatir dengan perusakan itu karena situs peninggalan zaman Majapahit di wilayah Desa Kajar Kecamatan Lasem tidak hanya Goa Tinatah.

“Masih ada watu tapak, kursi kajar, dan lingga kajar, yang juga rentan dirusak,” katanya.

Kekhawatirannya juga diilhami oleh tren perburuan artefak sejarah berupa batu-batu kuno oleh para pencari batu akik.

“Mungkin saja, para pencari batu akik coba-coba mencuri batu tua yang merupakan jenis peninggalan dominan dari zaman Majapahit,” tegasnya.

Ernantoro berharap kepada para pencari akik agar tidak nekat melakukan penggalian, sehingga merusak situs sejarah yang sudah dinyatakan dilindungi.

“Kawasan Situs Kajar merupakan wilayah lindung cagar budaya, yang apabila dilanggar diancam dengan pidana penjara,” tandasnya.

Dia pun menganggap perlu, pemasangan papan peringatan benda cagar budaya. Ernantoro pun menyayangkan dampak penerbitan Perda Rembang tentang Perlindungan Benda Cagar Budaya, yang sejauh ini belum disertai sosialisasi secara gencar.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang Sunarto mengaku belum mendengar kabar perusakan situs peninggalan zaman Majapahit di Desa Kajar Kecamatan Lasem. Namun dia berjanji untuk mencegah meluasnya perusakan, dengan melakukan pembinaan masyarakat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan