Sita SIM atau STNK Sembarangan Bisa Berakibat Gugatan

Senin, 4 November 2019 | 21:13 WIB

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Kecelakaan ringan seperti terserempet motor seringkali terjadi di jalan. Karena akibat kecelakaan tidak serius antara pelaku dan korban bersepakat untuk damai atau diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun yang jadi persoalan dan sering terjadi adalah korban menyita Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai jaminan atas ganti rugi kerusakan kendaraan kepada pelaku.

Kasat Lantas pada polres Rembang AKP Roy irawan mengingatkan jika tidak dibenarkan secara hukum menyita SIM atau STNK pelaku sebagai jaminan, karena yang berhak untuk melakukan penyitaan adalah pihak kepolisian.

“Gak boleh korban menyita SIM atau STNK. Itu wewenang pihak kepolisian,” ungkapnya.

Roy menambahkan pelaku yang SIM atau STNK-nya disita oleh korban bisa menggugat balik korban atas keberatan penahanan surat-surat tersebut (SIM atau STNK) dan juga pasal perampasan, sehingga korban malah dua kali merugi.

Dirinya menambahkan untuk kasus kecelakaan ringan memang bisa diselesaikan di luar pengadilan atau jalur kekeluargaan, namun antara kedua belah pihak harus saling menerima atau “legowo” tanpa ada penyitaan SIM atau STNK. Jika tidak terselesaikan maka harus ditetapkan tersangka dari kejadian penyerempetan tersebut.

“Kalau kedua belah pihak masih ngotot ya harus ditetapkan tersangka dan olah tempat kejadian perkara (TKP),” pungkasnya.

Abbas, warga Desa Tuyuhan Kecamatan pancur mengaku pernah menyerempet seseorang namun hanya berakibat kerusakan kecil pada kendaraan. Dirinya memang diminta ganti rugi oleh korban akan tetapi pada saat itu tidak membawa uang. Akhirnya korban meminta jaminan dan diserahkanlah SIM dan selang beberapa hari kedua belah pihak saling menerima setelah ada proses ganti rugi.

Abbas mengaku tidak mengetahui aturan tentang penyitaan SIM atau STNK. Dirinya berpikir bahwa SIM dijadikan jaminan agar korban percaya bahwa dia benar-benar bertanggung jawab.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan