Siswa di Rembang Bersihkan Pohon dari Paku “Warisan” Caleg

Sabtu, 26 April 2014 | 13:24 WIB
Dua orang siswa dari SMP An-Nawawiyah Tasikagung Rembang tampak kesulitan mencabut paku yang tertancap di pohon, tepi jalan Pantura Diponegoro, Sabtu (26/4) pagi. (Foto:Pujianto)

Dua orang siswa dari SMP An-Nawawiyah Tasikagung Rembang tampak kesulitan mencabut paku yang tertancap di pohon, tepi jalan Pantura Diponegoro, Sabtu (26/4) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sekitar 27 siswa dari Kelas VII dan VIII SMP An-Nawawiyah Tasikagung Rembang, Sabtu (26/4) pagi, turun ke tepi jalan di bilangan Diponegoro dan Wahidin. Mereka beraksi membersihkan pohon tepi jalan dari paku “warisan” caleg saat momen Pemilu kemarin.

Mereka mengenakan pakaian olahraga warna ungu dan biru tua serta menenteng tang untuk mecabut paku yang banyak tertancap di pohon. Satu pohon yang dibersihkan, terkumpul belasan paku berbagai ukuran. Ada pula dari mereka yang kesulitan mencabut, karena pakunya terlalu besar dan menancap dalam.

Ibrahim Hafizan Witsqo, siswa Kelas VIII dari Desa Kabongan Kidul menyesalkan pemasangan atribut caleg atau media promosi dengan cara memakunya di pohon. Menurutnya, gara-gara ditancapi banyak paku, pohon akan menjadi terhambat pertumbuhannya dan rusak.

Susetyo Rini, Kepala Tata Usaha yang turun lapangan mendampingi sejumlah siswa menegaskan, aksi peserta didiknya sebagai bagian dari penyelamatan pohon. Dia membenarkan, banyak atribut kampanye maupun alat promosi yang dipasang secara sembarangan.

Menurutnya, dari kejauhan, paku-paku itu tidak tampak, lantaran sebagian besar atribut kampanye dan promosi, telah dicopot, entah oleh Satpol PP atau masyarakat yang lain.

Namun jika hanya dicopot, sedangkan pakunya masih tertancap, menurutnya sama saja merusak. Menurut Rini, para siswa yang turun aksi kali ini mendapat dispensasi jam pelajaran selama kurang lebih satu jam, sejak jam delapan hingga sembilan pagi.

Kaserin, salah seorang warga Desa Waru Kecamatan Rembang yang kebetulan melintas mengapresiasi aksi para siswa ini. Meski baru duduk di bangku sekolah dasar, namun semangatnya menyelamatkan lingkungan patut diikuti.

Mestinya, Pemerintah Kabupaten Rembang tanpa gengsi mengikuti dengan mengerahkan petugas dari dinas terkait. Jika anggaran yang jadi alasan, maka semangat para siswa ini menampiknya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan