Sebagian Siswa Korban Jet Coaster Kyai Langgeng Absen

Jumat, 21 Maret 2014 | 17:48 WIB
Zuhri, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 1 Plawangan, menerima panggilan konfirmasi seputar insiden yang menimpa tujuh siswanya di Taman Kyai Langgeng Magelang. (Foto:Pujianto)

Zuhri, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 1 Plawangan, menerima panggilan konfirmasi seputar insiden yang menimpa tujuh siswanya di Taman Kyai Langgeng Magelang. (Foto:Pujianto)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Tujuh siswa asal SD Negeri 1 Plawangan Kecamatan Kragan yang luka memar akibat insiden patah rel jet coaster di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang Kamis (20/3) kemarin, tidak semua masuk sekolah pada Jumat (21/3) pagi. Zuhri, salah seorang guru di sekolah itu mengatakan, mereka diduga masih capai dari plesiran.

Kepada MataAir Radio, Zuhri mengisahkan insiden yang menimpa siswanya. Menurutnya, Kamis (20/3) sekitar jam delapan pagi kemarin, ada 20 siswa dari 108 orang dalam rombongan wisata, naik ke jet coaster. Namun baru sampai setengah putaran, tiba-tiba para siswa itu menjerit. Jet coaster berhenti mendadak karena salah satu rodanya anjlok. Akibatnya rel menjadi rusak dan patah.

Tujuh dari 20 siswa yang menumpang jet coaster menderita memar setelah terlibat benturan dengan badan gerbong dan antar-teman. Mereka yang memar merupakan siswa Kelas V dan VI. Zuhri menolak menyebutkan nama masing-masing dari mereka. Rombongan tiba kembali di Plawangan pada Jumat (21/3) jam tiga dini hari.

Zuhri juga mengisahkan, begitu menyaksikan insiden terbut, petugas segera menolong para korban. Ada yang menggunakan tangga dan memanjat besi-besi penyangga jet coaster. Ketujuh siswa itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Harapan Magelang untuk menjalani pemeriksaan.

Menurutnya, setelah dilakukan foto rontgen, petugas medis tidak menemukan hal yang serius pada ketujuh siswa. Mereka lantas kembali bergabung bersama rombongan, setelah sebelumnya diajak makan oleh pihak pengelola Taman Kyai Langgeng di sebuah restoran.

Seusai insiden tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Pintar Yogyakarta. Sempat muncul kepanikan dari sejumlah orang tua yang kebetulan tidak ikut berwisata. Pasalnya, dari kabar yang beredar, beberapa siswa dikabarkan hingga mengalami patah pulang. Setelah pihak guru pendamping menjelaskan tidak ada yang cedera parah, orang tua cukup bisa tenang.

Dikutip Kantor Berita Antara, operator “jet coaster” Heri mengatakan wahana itu tiba-tiba berhenti karena roda salah satu gerbong lepas dan anjlok dari rel. Enam gerbong berhenti mendadak saat berbelok di tikungan tajam. Akibat kejadian itu rel juga mengalami rusak dan patah. Dia mengaku tidak tahu mengapa bisa terjadi peristiwa ini, sebab sebelum dioperasikan sudah dicek.

Akibat kejadian tersebut, wahana sepanjang 60 meter ini ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Area sekitar wahana sempat dipasangi garis polisi. Aparat kepolisian dari Polres Kota Magelang melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan