Puluhan Perempuan Siswa SMP Sulang Kesurupan

Jumat, 28 Februari 2014 | 17:16 WIB
Kepala SMP Negeri 1 Sulang, Subarkah (kanan). (Foto Akhmad Muhtarom)

Kepala SMP Negeri 1 Sulang, Subarkah (kanan). (Foto Akhmad Muhtarom)

SULANG, MataAirRadio.net – Kesurupan massal kembali menimpa sejumlah siswa di SMP Negeri 1 Sulang. Sedikitnya 20 siswi yang mayoritas Kelas IX kesurupan secara bersama-sama saat mengikuti istigasah di halaman sekolah, Jumat (28/2) pagi.

Istigasah yang melibatkan semua siswa dan guru ini sebenarnya bertujuan untuk memohon perlindungan dari Allah, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal. Istigasah ini juga menyusul kerapnya kasus kesurupan di sekolah itu dalam tiga bulan terakhir.

Kepala SMP N 1 Sulang Subarkah mengatakan, kesurupan bermula ketika pihak sekolah menggelar istigasah sebelum jam pelajaran dimulai. Saat istigasah berlangsung, salah satu siswa Kelas IX berteriak histeris karena kesurupan. Tak berselang lama, kesurupan itu menjalar ke sejumlah siswa lainnya. Pihak sekolah sudah mendatangkan total 20 orang “pintar”, namun kasus kesurupan belum terhenti.

Sofyan Fadoli, salah seorang guru di sekolah itu menuturkan, dari celotehan para siswa yang kesurupan, sejumlah makhluk astral tidak terima karena empat pohon tua ditebang untuk pembangunan gedung laboratorium. Menurut ocehan siswa itu pula, mereka yang protes mengaku hidup pada zaman Jepang, Belanda, dan China.

Fadoli juga mengatakan, kasus kesurupan sudah berulang kali terjadi di sekolah itu. Terhitung sejak 3 Desember 2013 saja, sudah tiga kali kesurupan massal terjadi. Sejumlah paranormal sudah didatangkan untuk menetralisasi. Namun kasus serupa masih saja berulang.

Dia mengakui, insiden yang demikian mengganggu proses belajar mengajar para siswa. Apalagi pada Senin (3/3) depan, siswa Kelas IX akan mengikuti uji coba ujian nasional. Pihak sekolah berharap, hal serupa tidak terjadi.

Minto Widoyo, guru lain di sekolah itu juga menuturkan, kesurupan massal cukup sering terjadi pada tiga bulan terakhir setelah pembangunan gedung laboratorium IPA pada akhir Oktober 2013. Anehnya, semua siswa yang kesurupan adalah perempuan. Mereka yang kesurupan rata-rata tengah datang bulan. Pihak sekolah menegaskan harapannya, agar situasi dapat kembali normal. (Akhmad Muhtarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan