Siswa di Rembang Masuk Sekolah Lebih Siang selama Ramadan

Sabtu, 12 Mei 2018 | 13:55 WIB

Siswa-siswi SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para siswa di jenjang SD/SMP di Kabupaten Rembang akan masuk sekolah lebih siang dari biasanya selama bulan Ramadan mendatang.

Selama bulan Puasa, jam masuk sekolah ditentukan mulai pukul 07.30 WIB.

Selain itu, setiap jam pembelajaran dikurangi lima menit.

Kegiatan yang berupa fisik juga ditiadakan dan dialihkan menjadi tatap muka di kelas.

“Kebijakan tersebut untuk menghormati bulan Puasa dan kelancaran pembelajaran,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Mardi.

Ia yang dihubungi mataairradio pada Sabtu (12/5/2018) siang juga mengatakan, sekolah dipersilakan menggelar kegiatan pembinaan mental keagamaan selama Ramadan.

“Pembinaan mental bisa dilakukan dengan pesantren Ramadan bagi peserta didik,” katanya.

Sekolah dimintanya menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan mental keagamaan ke Dindikpora.

Untuk PAUD dan SD lewat koordinator wilayah kecamatan bidang pendidikan, sedangkan untuk SMP melalui kepala seksi peserta didik dan pembangunan karakter jenjang SMP.

“Para siswa juga diberikan libur pada sehari sebelum Ramadan dan pada hari pertama Puasa,” ujarnya.

Mardi menambahkan, selama Ramadan, pihak sekolah juga diminta mengencangkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tindak kriminal.

Menurut catatan di masa lampau, tindak kejahatan dengan menyasar sekolah, kerap terjadi saat malam hari bulan Ramadan.

Ia mengaku sudah mengingatkan sekolah agar menerapkan piket bergantian bagi penjaga. Jika perlu, agar menggilir juga staf sekolah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan