Siswa di Rembang Lebih Senang UNBK daripada UNKP

Rabu, 3 Mei 2017 | 14:40 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Lasem pada Rabu (3/5/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Sejumlah siswa tingkat SMP atau MTs di Rembang lebih memilih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) daripada Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Indira Duaty, salah satu siswi SMP Negeri 3 Lasem mengaku lebih senang melakukan ujian nasional secara online ketimbang dengan media kertas dan pensil untuk menjawab soal ujian.

Menurutnya, mengerjakan soal ujian secara online dengan media komputer lebih efisien secara waktu dan tenaga, karena tidak terlalu repot tiap kali mengisi identitas diri dan saat mengisi jawaban dari soal ujian.

“Kalau pakai media kertas dan pensil repot, ngisi form identitas saja butuh waktu lama, karena perlu ‘ngurek-ngurek’ dulu. Kalau dengan komputer kan tidak, jadi pengerjaan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Sebagaimana Indira, Muhammad Andi Saputra, siswa lain asal SMP Negeri 1 Pancur juga mengaku lebih senang melaksanakan ujian secara online, dari pada dengan cara lawas, yaitu dengan cara manual atau menggunakan media kertas dan pensil.

“Iya (lebih cepat dan praktis, red.), karena kalau menggunakan komputer tidak perlu mengisi bulatan-bulatan tiap kali mengerjakan soal ujian dan mengisi data identitas peserta,” tandasnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolah di Kecamatan Lasem dan Pancur pada Rabu (3/5/2017).

Di setiap sekolah, tiap kali Bupati melempar pertanyaan kepada sejumlah siswa apakah lebih memilih UNBK atau UNKP, hampir semua siswa lebih memilih melaksakan ujian nasional berbasis komputer

Bupati berharap pada tahun 2018, seluruh SMP maupun MTs sudah melaksanakan UNBK sesuai dengan instruksi dari Kementerian Pendidikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berjanji mulai menyiapkan sarana dan prasarananya pada APBD Perubahan 2017.

“Dari hasil tanya-tanya tadi, kurang dari lima persen siswa cenderung memilih manual selebihnya memilih pakai komputer. Mungkin yang memilih melaksanakan ujian secara manual itu karena siswanya belum terbiasa menggunakan komputer,” katanya.

Menurutnya, UNBK tingkat SMP kali ini berjalan lancar, meskipun ada satu siswa dari SMP NU Lasem yang tidak hadir karena sakit, sehingga harus mengikuti ujian susulan. Soal jaringan internet sampai pantauan berakhir tidak mengalami masalah.

“Masing-masing ruang sudah disiagakan operator yang bertugas mengatasi trouble di komputer. Tadi ada satu komputer yang trouble tapi langsung ditangani oleh operatornya,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mencatat, jumlah SMP/MTs yang melaksanakan UNKP pada tahun 2017 di daerah ini ada sebanyak 62 sekolah

Rinciannya, 23 SMP negeri, sembilan SMP swasta, sedangkan sisanya dari MTs swasta.

Sementara, jumlah SMP/MTs di Rembang yang melaksanakanUNBK ada 33 sekolah. Dari jumlah tersebut, 14 berasal dari SMP negeri, tujuh dari SMP swasta, serta lima dari MTs negeri dan tujuh dari MTs swasta.

Sebanyak 33 SMP maupun MTs yang melaksanakan UNBK, 10 sekolah melaksanakannya secara mandiri dan 23 lainnya menumpang di sekolah lain.

Secara keseluruhan, pada tahun ini jumlah siswa SMP/MTs yang terdaftar sebagai peserta UN ada 9.630 orang.

Rinciannya, SMP Negeri 5.805 orang dan swasta 327 orang, sehingga total sebanyak 6.132 orang. Lalu dari MTs negeri sebanyak 934 orang dan swasta 2.564 orang, sehingga total ada 3.498 orang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan