Simulasi, 53 SMP Siap Gelar UNBK 2018

Rabu, 14 Februari 2018 | 17:09 WIB

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Solchan memberikan penjelasan kepada awak media mengenai situasi pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs pada hari terakhir, Senin (8/5/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – 53 SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Rembang melakukan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) selama dua hari mulai Rabu (14/2/2018) ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang Achmad Solchan mengatakan, simulasi UNBK ini digelar untuk membiasakan peserta didik.

Tahun ini, dari 53 SMP, 34 SMP di antaranya menggelar UNBK secara mandiri, sedangkan sisanya masih menggabung dengan sekolah lain.

“UNBK SMP akan diikuti 5.731 siswa di 39 SMP negeri, dan 322 siswa di 14 SMP swasta,” terangnya

Solchan mengatakan, dari hasil simulasi, ditemukan sejumlah kendala. Jumlah komputer klien di beberapa sekolah masih kurang.

“Karena komputer kliennya ada yang kurang, ya peserta meminjam laptop guru atau siswa yang lain,” katanya.

Selain itu, menurutnya, jaringan internet di beberapa sekolah juga tidak lancar.

Ia berharap kendala-kendala tersebut tidak terjadi pada UNBK SMP/MTs yang akan digelar pada 23-26 April mendatang, termasuk listrik padam.

“Tahun lalu listrik sempat padam. Tahun ini kita akan koordinasi dengan PLN,” katanya

Ia menambahkan, untuk MTs, dari 42 madrasah; 32 di antaranya menggelar UNBK secara mandiri, sedangkan 10 lainnya masih akan menggabung dengan sekolah lain.

UNBK MTs akan diikuti oleh 951 siswa di lima MTs negeri dan 2.424 siswa di 37 MTs swasta.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan