Simpang Siur, Warga Pertanyakan Peruntukan Lahan di Kemadu

Selasa, 2 Juni 2015 | 17:38 WIB
Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang. (Foto: orangrembang.com)

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Rembang. (Foto: orangrembang.com)

 
SULANG, mataairradio.com – Warga Desa Kemadu Kecamatan Sulang mempertanyakan peruntukan lahan lapang seluas tiga hektare di desanya yang saat ini mulai dibangun pondasi keliling.

Mereka khawatir akan kecolongan dari sosialisasi, jika ternyata lokasi itu akan dibangun sebuah pabrik.

Sekretaris Desa Kemadu Muhammad Safuandi yang kemudian dikonfirmasi mataairradio mengungkapkan, lahan lapang itu akan digunakan untuk pendirian pergudangan.

“Kami belum tahu dari perusahaan mana, karena saat sekarang, mereka baru merampungkan izin mendirikan bangunan (IMB),” katanya kepada radio ini.

Menurutnya, sebagian masyarakat mestinya sudah tahu, karena lahan lapang itu adalah tanah warga yang dibebaskan secara langsung oleh perusahaan.

Kini dia menunggu proses izin gangguan yang akan ditempuh. Soal sosialisasi, Safuandi juga mengaku menunggu saja langkah dari perusahaan.

“Iya. Memang harus ada sosialisasi yang benar. Kasus VUB yang di Nyikaran (Desa Kemadu), cukup memberikan banyak pelajaran kepada desa agar lebih hati-hati dalam memfasilitasi perizinan,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter radio ini, tanah lapang yang akan digunakan untuk pergudangan itu milik PT Esa Sadana. Kabarnya, dipakai untuk pergudangan tembakau dan palawija.

Bangunan ini akan menggantikan gudang pembelian tembakau yang disewa oleh PT Sadana di Landoh-Sulang.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin membenarkan, memang ada izin pendirian gudang di wilayah Desa Kemadu. Tetapi Suratmin berdalih tidak tahu, itu gudang apa.

“Memang mau untuk pergudangan. Tetapi silakan dikonfirmasikan langsung ke KPPT ( Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu). Saya kurang tahu detailnya,” katanya.

Namun dia mengakui sempat mendengar, pergudangan itu milik PT Esa Sadana. Hanya saja, tentang hubungan antara PT Esa Sadana dengan PT Sadana Arif Nusa, Suratmin kembali mengaku tidak tahu.

“Kalau lahan itu dipakai pergudangan, tidak melanggar aturan. RTRW-nya memperbolehkan. Lahan itu juga bukan termasuk LPPB atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, jadi kami memberikan rekomendasi,” terangnya.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Yosophat Susilo Hadi yang dikonfirmasi secara terpisah mengakui, lahan lapang di Kemadu itu menjadi urusan PT Sadana Arif Nusa.

“Yang jelas itu gawe Sadana,” tegasnya.

PT ini ialah mitra petani tembakau Rembang dan berhubungan dengan perusahaan rokok Sampoerna.

Namun Yosophat tidak mengetahui detail tentang fungsi pergudangan itu, apakah murni untuk tembakau, ataukah dipakai sebagai tampungan palawija.

Dia pun berharap agar proses pendirian pergudangan itu sesuai dengan kaidah perizinan yang berlaku.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan