Simbol Moderasi Beragama Ada di Rembang

Selasa, 28 November 2023 | 18:22 WIB

M. Hanies Cholil Barro’ Wabup Rembang yang merupakan adik Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Mukhammad Fadlil)


REMBANG, mataairradio.com –
Kabupaten Rembang disebut menjadi simbol implementasi moderasi beragama. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Wakil Bupati Rembang, M. Haies Cholil Barro’ atau Gus Hanies.

Gus Hanies menjelaskan, hal itu lantaran di Kota Garam ini memiliki dua Kampung Moderasi Beragama. Yakni di Desa Selopuro dan Desa Soditan, Kacamatan Lasem.

Lebih dari pada itu, Rembang juga memiliki Lasem dengan akulturasi budaya yang begitu kentara dan sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, kerukunan umat beragama di Lasem yang harmonis.

“Moderasi beragama di Rembang saya kira sudah berjalan bagus. Kita lihat saja di Lasem. Kita itu punya dua Kampung Moderasi Beragama. Ada di Soditan dan di Selopuro,” jelas Gus Hanies saat dialog bersama awak-media di Praukuno, Rembang Senin (27/11/2023) malam.

“Kalau berbicara moderasi beragama ya ada Rembang. Rembang bisa jadi contoh. Simbol,” imbuh Gus Hanies yang merupakan adik Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Menteri Agama RI Anna Hasbie mengakui hal itu. Menurutnya di Rembang moderasi beragama sudah berjalan bagus.

Anna mengaku, dirinya sudah beberapa kali datang ke Kabupaten Rembang. Ia juga mengaku, terkesan dengan kelangsungan moderasi beragama yang ada di Rembang.

“Moderasi beragama di Rembang bagus. Saya beberapa kali ke Rembang. Senang terkesan,” tutur Annie kepada wartawan usai hadir di acara diskusi moderasi beragama di Kelenteng Hok Tik Bio, Selasa (28/11/2023).

Diskusi Moderasi Beragama dan Kehadiran Negara dalam Memberikan Pelayanan Umat, di Kelenteng Hok Tik Bio, Sumberjo, Rembang, Selasa (28/11/2023). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Dalam diskusi bertajuk ‘Moderasi Beragama dan Kehadiran Negara dalam Memberikan Pelayanan Umat’ itu kata Anna, pihaknya mendapat beberapa aspirasi dari umat Konghucu.

“Kita mendengarkan aspirasi dari masyarakat Konghucu seperti apa. Itu hal yang penting. Jadi asupan juga buat Kementeri Agama, buat kami bisa mengembangkan program kami. Sebetulnya apa yang dibutuhkan masyarakat Konghucu,” ujar Anna.

Patauan mataairradio.com di lokasi acara, diskusi yang digelar di Aula Kelenteng Hok Tik Bio, Desa Sumberjo, Rembang, itu tampak dihadiri oleh beberapa pejabat dari Kementerian Agama dan puluhan peserta dari warga Konghucu dan mahasiswa.

Pejabat dari Kemenag RI yang tampak hadir yakni, Jubir Menag RI Anna Hasbie, Kepala Pusat Bimbingan Konghucu Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Susari, Ketua Tim Ortala Kanwil Kemenag Jateng Nur Kholis, dan Kepala Kantor Kemenag Rembang Moh. Muhson.

 

Penulis/Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan