Silpa APBD 2015 Rembang Diperkirakan Rp350 Miliar

Senin, 31 Agustus 2015 | 14:49 WIB
Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas. (Foto: Pujianto)

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) atas pelaksanaan APBD 2015 di Kabupaten Rembang diperkirakan sebesar Rp350 miliar.

Estimasi itu terungkap dari penjelasan pihak Bappeda, dalam rapat pimpinan gabungan DPRD setempat, baru-baru ini.

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas menyebutkan, hingga akhir Agustus ini, tingkat penyerapan anggaran masih di bawah 30 persen.

“Sampai akhir tahun ini, estimasi kami, tingkat penyerapan anggaran hanya sekitar 50 persen,” bebernya.

Menurutnya, perkiraan Silpa dibuat berdasarkan situasi daerah dan sisa waktu di tahun ini.

Dia menyebutkan, penyumbang Silpa antara lain belanja bantuan sosial atau bansos dan hibah.

“Kalau bansos ini, kendalanya di regulasi,” ujarnya.

Sebelumnya bansos bisa diberikan kepada kelompok masyarakat, meski belum berbadan hukum.

Kini, bansos hanya boleh dicairkan oleh kelompok berbadan hukum yang telah teregister di Kementerian Hukum dan HAM.

“Belanja pembangunan infrastruktur yang berada di bawah koordinasi dinas pekerjaan umum, juga banyak yang tak terserap,” sebutnya.

Ilyas menilai, beberapa pejabat masih trauma menjalankan anggaran akibat proses hukum beberapa petinggi DPU Rembang.

“Rendahnya penyerapan pun karena pengaruh Pilkada,” katanya.

Mengenai pengaruh kapasitas kompetensi kepala SKPD terhadap minimnya penyerapan anggaran, dia mengaku tidak mengindikasikannya.

“Saya kira tidak ada (pengaruh kompetensi dengan tingkat penyerapan anggaran). Sebelum-sebelumnya, mereka mampu kok,” tandasnya tanpa menyebut parameter.

Dia menegaskan, anggaran yang kini masih mengendon di beberapa SKPD, paling banyak karena kendala regulasi. Dia mencontohkan beberapa kegiatan DPU yang rencananya dikucurkan ke desa.

“Kegiatan DPU ke desa itu, tidak bisa dilaksanakan karena belum masuk di APB-Des. Dulu kan belum ada aturan harus masuk ke APB-Des dulu,” pungkasnya.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan